Peluncuran kitab Militer Pemikir, Pemikir Militer(MI/HO)
SEBUAH catatan krusial mengenai perjalanan reformasi militer di Indonesia resmi diabadikan dalam buku berjudul Militer Pemikir, Pemikir Militer. Buku nan mendokumentasikan perjalanan hidup dan pemikiran Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo ini diluncurkan di Jakarta, pada Senin (22/6/2026).
Acara peluncuran ini menjadi arena berkumpulnya sejumlah tokoh nasional, akademisi, hingga purnawirawan TNI. Mereka datang bukan sekadar untuk merayakan terbitnya sebuah karya, melainkan untuk membedah kembali kontribusi strategis Agus Widjojo dalam menata hubungan sipil dan militer di tanah air pasca-1998.
Sosok di Balik Transformasi TNI
Agus Widjojo dikenal sebagai salah satu arsitek utama di kembali reformasi internal TNI. Buku ini menghimpun beragam pandangan mengenai konsistensi Agus dalam memperjuangkan profesionalisme militer nan berpijak pada nilai-nilai kerakyatan dan konstitusi.
Mantan ketua KPK, Erry Riyana Hardjapamekas, dalam sambutannya menekankan bahwa bagi Agus Widjojo, tunduknya militer di bawah otoritas sipil bukanlah sebuah corak kekalahan.
"Bahwa profesionalisme sejati hanya tumbuh ketika militer berdiri pada posisi konstitusionalnya. Baginya, itu bukan kekalahan, itu kematangan," tegas Erry.
Gagasan Agus mencakup langkah-langkah esensial nan sekarang menjadi pilar kerakyatan Indonesia, di antaranya:
- Pemisahan kelembagaan TNI dan Polri.
- Penghapusan doktrin Dwifungsi ABRI.
- Penataan ulang hubungan sipil-militer nan lebih sehat.
Kritik Terhadap Struktur Komando Teritorial
Selain aspek demokrasi, kitab ini juga menyoroti keberanian Agus Widjojo dalam mengkritisi struktur internal militer. Akademisi dari Australian National University, Marcus Mietzner, menyebut Agus sebagai perwira nan visioner lantaran berani mempertanyakan relevansi sistem komando teritorial di era modern.
"Pak Agus menganggap bahwa struktur itu, walaupun di masa lampau mungkin ada keperluannya, namun pada abad ke-21 sudah tidak bisa dianggap fungsional lagi," ujar Marcus.
Ia menambahkan bahwa pemikiran Agus sangat relevan untuk mengevaluasi kebijakan pertahanan nan terus berkembang.
Daftar Tokoh dan Pembicara Utama
| Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto | Mantan Panglima TNI |
| Marcus Mietzner | Akademisi Australian National University |
| Erry Riyana Hardjapamekas | Tokoh Nasional / Mantan Pimpinan KPK |
| Jaleswari Pramodhawardhani | Pengamat Militer/Birokrat |
| Johny J. Lumintang | Purnawirawan TNI |
Menjaga Independensi dari Politik
Pesan kuat juga datang dari mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto. Ia mengenang Agus Widjojo sebagai sosok nan sangat menjaga independensi lembaga militer agar tidak terseret ke dalam pusaran politik praktis.
Endriartono mengutip pesan krusial Agus: "Jangan pernah sekali pun siapa pun dia... jadi presiden lampau dia dengan semena-mena mengobrak-abrik TNI hanya untuk kepentingan dirinya mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan."
Peluncuran kitab Militer Pemikir, Pemikir Militer ini diharapkan menjadi referensi utama bagi generasi muda, akademisi, dan kreator kebijakan dalam memahami sejarah panjang reformasi pertahanan di Indonesia serta pentingnya menjaga supremasi sipil demi masa depan kerakyatan nan lebih kuat. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·