Pelemahan Rupiah dan Sentimen Danantara Penyebab Utama IHSG Anjlok

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pelemahan Rupiah dan Sentimen Danantara Penyebab Utama IHSG Anjlok Ilustrasi.(Magnific)

IHSG melemah hingga 255,71 poin alias 4,13 persen ke posisi 5.939,71 pada perdagangan pukul 11.10 WIB di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (3/6).

Merespons perihal itu, Analis Saham MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sentimen negatif mengenai Danantara, serta tindakan ambil untung pada saham-saham konglomerasi menjadi aspek nan membebani pergerakan pasar.

Ia menilai koreksi nan terjadi di pasar saham domestik tidak terlepas dari tekanan pada nilai tukar rupiah nan terus melemah terhadap dolar AS.

"Kami perkirakan koreksi nan terjadi di IHSG saat ini disebabkan oleh adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS nan saat ini sudah mencapai kisaran Rp17.950 per dolar AS," kata Herditya saat dihubungi, Rabu (3/6).

Menurutnya, pelemahan rupiah meningkatkan kekhawatiran penanammodal terhadap stabilitas pasar finansial domestik dan mendorong tindakan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Selain aspek nilai tukar, pergerakan IHSG juga dibebani oleh saham-saham grup konglomerasi nan dalam dua hari sebelumnya mencatat kenaikan signifikan. Beberapa di antaranya apalagi sempat menyentuh pemisah atas perdagangan alias auto reject atas (ARA).

"Di sisi lain, pergerakan IHSG dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi nan selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan, apalagi mengalami auto reject atas," terangnya.

Kenaikan tajam dalam waktu singkat tersebut dinilai memicu tindakan ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar sehingga menambah tekanan terhadap indeks secara keseluruhan.

"Dari sisi teknikal, pergerakan IHSG tetap berada di fase downtrend dan belum menunjukkan ada tanda-tanda pembalikan arah nan valid," ujarnya.

Sentimen lain nan turut membebani pasar datang dari keputusan lembaga pemeringkat Moody's Ratings nan memberikan prospek negatif terhadap Danantara Investment Management. 

Meskipun Moody's mempertahankan ranking angsuran pada level Baa2, prospek negatif tersebut memunculkan kekhawatiran penanammodal terhadap akibat eksternal dan persepsi pasar terhadap entitas investasi milik negara tersebut. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia