Ilustrasi orangtua sedang mengantar anak mau ambil jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes(Supardji Rasban/MI)
PRESIDEN Prabowo Subianto resmi melantik ketua Badan Gizi Nasional (BGN) ialah Kepala BGN Nanik S Deyang sebagai kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI (Purn) Trenggono sebagai wakil kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/6). Pimpinan BGN nan baru dimandatkan untuk membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, di sejumlah wilayah dilaporkan ada banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mitra MBG nan tutup berakhir beroperasi. Sebanyak 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan SPPG dalam program MBG juga terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terhitung sejak Senin (8/6/2026).
Penegakan Standar Dapur SPPG
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa penghentian ini tidak berangkaian dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) alias kasus keracunan makanan, melainkan murni disebabkab hambatan manajemen anggaran dan penegakan standar kepantasan akomodasi dapur.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho, menyampaikan bahwa dari total 50 SPPG nan berakhir beroperasi, 31 di antaranya terkendala oleh belum cairnya biaya operasional dari pemerintah pusat.
"Keterlambatan pencairan biaya diduga terjadi lantaran adanya halangan proses manajemen di tingkat pejabat kreator komitmen (PPK) pusat. Namun, kami telah menerima info bahwa proses transfer biaya diupayakan dilakukan hari ini," kata Arya saat dikonfirmasi jurnalis, dikutip Selasa (9/6).
Sementara itu, 19 SPPG lainnya sekarang berstatus dibekukan sementara (suspend). Langkah tegas ini diambil BGN setelah hasil inspeksi mendadak menemukan adanya akomodasi penyelenggara nan belum memenuhi standar mutu penjaminan gizi.
Arya menyebut pihak pengelola sebenarnya telah diberikan waktu dua pekan untuk melakukan perbaikan pascasidak. Namun, lantaran tidak ada progres signifikan, statusnya dinaikkan menjadi suspend.
Arya memastikan bahwa pengawasan terhadap kualitas makanan dalam program strategis nasional ini bakal terus diperketat. Sepanjang program melangkah di Brebes, BGN mengonfirmasi belum pernah ada kasus keracunan makanan.
"Alhamdulillah, sejak program ini melangkah sampai sekarang belum pernah terjadi KLB di Brebes. Terkait tiga kasus menu tidak layak nan pernah ditemukan sebelumnya, seluruhnya telah ditindaklanjuti secara ketat sesuai prosedur, termasuk dengan pemberlakuan suspend," jelas Arya.
Dihentikan Sementara
Penghentian sementara pengedaran makanan ini berakibat langsung pada ribuan siswa penerima faedah di sejumlah sekolah di Kabupaten Brebes. Di SMP Negeri 1 Brebes, misalnya, sebanyak 734 siswa tercatat tidak menerima paket makanan pada hari pertama penghentian program.
Penanggung Jawab Program MBG SMP Negeri 1 Brebes, Fakrurrozi, menyampaikan bahwa pihak sekolah baru menerima info pembatalan tersebut dari pihak SPPG pada Minggu (7/6/2026) malam melalui pesan digital.
"Kami menerima berita semalam melalui grup WA bahwa program dihentikan sementara sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Tentu angan kami program ini bisa segera bersambung secepatnya," ujar Fakrurrozi.
Sejumlah siswa berambisi program ini dapat segera melangkah normal kembali mengingat besarnya faedah nan mereka rasakan. Meski demikian, beberapa catatan pertimbangan juga muncul dari kalangan pelajar.
"Hari ini tidak dapat (makanan). Harapannya bisa melangkah lagi lantaran program ini sangat berfaedah untuk pemenuhan gizi kami," salah seorang siswi kelas VII SMP N 1 Brebes, Fika Mulyaningrum.
Perbaikan IPAL
Di kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ada 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG) tidak beroperasional namalain tutup lantaran perbaikan lembaga pengolahan air limbah alias IPAL dan sejumlah argumen lain. (WJ/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·