Pelaku Usaha kian Membutuhkan Solusi Logistik Terintegrasi untuk Distribusi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Pelaku Usaha kian Membutuhkan Solusi Logistik Terintegrasi untuk Distribusi SiCepat resmi meluncurkan SiCepat Logistik, jasa logistik business to business (B2B) nan mengintegrasikan proses pengedaran dari first mile hingga middle mile.(Dok. SiCepat)

MENINGKATNYA kompleksitas rantai pasok mendorong pelaku upaya mencari jasa logistik nan lebih terintegrasi. Perusahaan sekarang tidak lagi hanya memerlukan jasa pengiriman barang, tetapi juga solusi nan bisa mengelola pengedaran dari pergudangan, pengiriman antarpulau, hingga penyaluran ke pengguna akhir dalam satu sistem. 

Kebutuhan tersebut semakin mengemuka seiring berkembangnya aktivitas manufaktur, perdagangan, dan beragam kanal penjualan, nan menuntut proses pengedaran lebih efisien, transparan, dan mudah dipantau.

Dalam praktiknya, banyak perusahaan tetap mengandalkan beberapa penyedia jasa logistik untuk menangani tahapan pengedaran nan berbeda. Kondisi tersebut kerap menimbulkan tantangan berupa kompleksitas pengelolaan banyak vendor, terbatasnya visibilitas terhadap proses pengiriman, akuntabilitas jasa nan belum seragam, hingga keterbatasan jangkauan pengedaran ke beragam wilayah.

Merespons kebutuhan tersebut, SiCepat resmi meluncurkan SiCepat Logistik, jasa logistik business to business (B2B) nan mengintegrasikan proses pengedaran dari first mile hingga middle mile. Layanan ini didukung jaringan operasional SiCepat Ekspres nan menangani proses last mile, sehingga rantai pengedaran dapat dikelola dalam satu ekosistem. 

Peluncuran dilakukan dalam konvensi pers di akomodasi Puninar, Jakarta, Selasa (28/7), sekaligus menampilkan armada SiCepat Logistik sebagai bagian dari pengenalan kapabilitas operasional perusahaan.

Chief Executive Officer SiCepat Ekspres, Barry Lim, mengatakan jasa tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan perusahaan manufaktur, pemilik merek (principal), distributor, peritel, hingga pelaku upaya mini dan menengah (UKM) nan memerlukan pengelolaan pengedaran secara lebih terintegrasi.

"Yang membedakan SiCepat Logistik bukan sekadar ragam jasa nan kami tawarkan, tapi gimana seluruh jasa itu melangkah dalam satu sistem nan sama. Customer kami tidak perlu lagi mengelola banyak vendor dengan standar dan visibilitas nan berbeda-beda. Cukup satu mitra, satu sistem, satu akuntabilitas, dari penyimpanan hingga ke tangan pengguna akhir," ujar Barry.

Konsep tersebut dirangkum dalam filosofi One Partner, One System, One Accountability, ialah menghadirkan satu mitra logistik dengan sistem operasional nan terintegrasi serta akuntabilitas jasa dalam satu ekosistem. Melalui pendekatan tersebut, pengguna korporasi diharapkan dapat lebih mudah memantau proses pengedaran sekaligus menyederhanakan pengelolaan rantai pasok.

Layanan SiCepat Logistik mencakup full truckload (FTL), less than truckload (LTL), pergudangan (warehousing), pengiriman peralatan berat (heavy cargo), custom logistics, freight forwarding melalui jalur udara dan laut, jasa ekspor-impor beserta customs clearance, hingga beragam jasa berbobot tambah (value added services).

Dalam ekosistem SiCepat Group, SiCepat Logistik menangani pengedaran dari produsen, pemilik merek, distributor, peritel, hingga pelaku upaya mini dan menengah menuju akomodasi pergudangan. 

Selanjutnya, SiCepat Ekspres melanjutkan proses pengedaran ke pengguna akhir melalui beragam kanal, mulai dari e-commerce, social commerce, toko daring, ritel offline, hingga jaringan pemasok dan drop point.

Commercial & External Affairs Director SiCepat, Imam Sedayu, mengatakan integrasi antarlayanan menjadi salah satu kelebihan perusahaan lantaran seluruh proses pengedaran dapat berjalan dalam satu jaringan operasional.

"Integrasi dengan jaringan SiCepat nan sudah menjangkau seluruh wilayah Indonesia adalah kekuatan utama kami. Proses nan kami tangani di first mile dan middle mile bisa langsung tersambung ke last mile tanpa hand-off nan rumit. Itulah kekuatan integrasi nan membikin SLA kami bisa scalable, accountable, dan reliable sekaligus," kata Imam.

Sebagai bagian dari penguatan pengedaran antarpulau, perusahaan juga memperkenalkan SiCepat Fast Lane, jasa pengiriman melalui jalur laut nan menawarkan waktu tempuh lebih sigap dibandingkan jasa laut konvensional, biaya nan lebih kompetitif dibandingkan jalur udara, serta agenda keberangkatan nan lebih konsisten sehingga memudahkan pengguna dalam merencanakan pengedaran barang.

Peluncuran SiCepat Logistik menjadi bagian dari pengembangan upaya perusahaan sejak berdiri pada 2014 sebagai pelopor jasa penjemputan paket di Indonesia. Dengan mengintegrasikan jasa first mile, middle mile, hingga last mile dalam satu ekosistem, SiCepat memperluas konsentrasi bisnisnya dari jasa pengiriman ekspres menuju solusi rantai pasok nan lebih menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan logistik B2B nan terus berkembang. (Put/E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia