Pelaku Industri Ambil Peran Perkuat SDM Melalui Pendidikan Vokasi

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Pabrik Toyota di Jepang Foto: TOSHIFUMI KITAMURA / AFP

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong pelaku industri mengambil peran lebih besar dalam memperkuat pendidikan vokasi. Hal ini guna mencetak sumber daya manusia (SDM) nan kompeten dan bisa menjawab tantangan transformasi industri.

Menurut Agus, transformasi industri nan dipengaruhi digitalisasi, perkembangan kepintaran buatan (AI), otomatisasi, transisi menuju ekonomi hijau, hingga perubahan rantai pasok dunia menuntut lahirnya SDM nan adaptif dan mempunyai kompetensi berstandar internasional.

"Karena itu, penguatan pendidikan dan training vokasi menjadi prioritas nasional dan merupakan fondasi utama pembangunan SDM industri nan kompeten," ujar Agus dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (25/7).

Ia menegaskan, penguatan pendidikan vokasi tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Sinergi antara bumi pendidikan dan pelaku industri dibutuhkan agar kurikulum, akomodasi pembelajaran, hingga kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan bumi upaya dan bumi industri.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan bahwa investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia. Karena itu, perusahaan memandang sekolah vokasi sebagai ruang untuk menumbuhkan kompetensi sekaligus karakter calon talenta industri.

"Investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia. Karena itu, kami memandang sekolah vokasi sebagai ruang untuk menumbuhkan kompetensi sekaligus karakter calon talenta industri. Melalui support akomodasi pembelajaran dan kerjasama nan berkelanjutan, kami berambisi semakin banyak lulusan SMK nan siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri nasional," ujar Nandi.

Presiden Direktur (Presdir) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto (kedua kiri) didampingi Kepala Sekolah SMKN 1 Denpasar I Wayan Mustika (ketiga kiri), Wakil Presdir TMMIN I Nyoman Winaya (tengah), Ketua Komite SMKN 1 Denpasar I Nyoman Keramas (kedua kanan), dan Kepala Seksi Kurikulum dan Pembelajaran SMK Disdikpora Provinsi Bali I Gede Agus Rai (kanan), berbincang dengan para siswa SMKN 1 Denpasar (kiri) mengenai mesin Toyota jenis 2TR (bensin) nan didonasikan TMMIN sebagai mesin berteknologi tinggi untuk perangkat pembelajaran bagi para siswa bidang Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), di SMKN 1 Denpasar, Jumat (24/7). Foto: TMMIN,

Selain mendukung akomodasi pembelajaran, TMMIN juga mendorong penerapan standar industri Toyota melalui peningkatan kompetensi pembimbing melalui training basic skill industri serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan bumi industri. Pendekatan tersebut bermaksud membangun budaya kerja industri sejak di lingkungan sekolah, mulai dari disiplin, keselamatan kerja, kualitas, hingga semangat continuous improvement.

Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana menambahkan, kerjasama antara sekolah, pemerintah, dan industri menjadi kunci membangun ekosistem vokasi nan berkelanjutan.

"Kolaborasi antara bumi pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi kunci dalam membangun ekosistem vokasi nan berkelanjutan. Ketika sekolah mempunyai akses terhadap pembelajaran berstandar industri, pembimbing terus mengembangkan kompetensinya, dan siswa memperoleh pengalaman praktik nan relevan, maka bakal lahir talenta-talenta nan lebih siap menghadapi tantangan masa depan," ujar I Nyoman.

Melalui filosofi Make People Before Make Product, TMMIN meyakini pengembangan SDM merupakan fondasi kemajuan industri. Sinergi berkepanjangan antara bumi pendidikan, pemerintah, dan industri diharapkan bisa mencetak tenaga kerja berkekuatan saing sekaligus mendukung pertumbuhan industri nasional.

Sebagai penerapan komitmen tersebut, TMMIN memperluas program Vocational School Development ke Provinsi Bali, dengan menyerahkan bantuan perangkat peraga mesin berteknologi kendaraan terkini kepada SMKN 1 Denpasar dan SMK Rekayasa Denpasar. Penyerahan berupa satu unit mesin Toyota jenis 2TR (bensin) untuk SMKN 1 Denpasar dan satu unit mesin Toyota jenis 2GD (diesel) untuk SMK Rekayasa Denpasar. Bantuan tersebut diharapkan mendukung pembelajaran praktik siswa bidang Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) agar lebih memahami teknologi kendaraan terkini dan siap memasuki bumi kerja.

"Program Vocational School Development telah dijalankan TMMIN sejak 2017. Hingga sekarang program tersebut menjangkau 30 SMK bimbingan di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada 2026, perusahaan memperluas program ke Bali dan Lombok dengan menambah empat SMK bimbingan baru, sehingga total sekolah bimbingan menjadi 34 secara nasional," tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan