Jakarta, CNBC Indonesia - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri) mengumumkan berakhirnya status Force Majeure nan sebelumnya diberlakukan mengenai pasokan polymer dan monomer. Status itu diberlakukan dan diumumkan pada awal Maret 2026.
"Berakhirnya status Force Majeure menandai langkah krusial Perseroan dalam memastikan keandalan pasokan bagi sektor industri nasional," kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group Suryandi dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).
"Keputusan ini diambil setelah Perseroan sukses menjalankan beragam langkah strategis guna menjaga kesinambungan produksi di tengah tantangan rantai pasok global," tambahnya.
Dengan kondisi operasional nan berjenjang semakin stabil, imbuh dia, Perseroan terus memperkuat kapabilitas produksi dan pemenuhan kebutuhan pasar domestik.
Perusahaan, ungkapnya, secara proaktif mengamankan sumber bahan baku pengganti dari beragam pasar internasional, mengoptimalkan akomodasi kilang di Singapura, serta memperluas pengadaan hingga Amerika Serikat untuk memastikan kebutuhan pengguna domestik tetap terpenuhi.
"Langkah tersebut ditempuh meskipun menghadapi tantangan logistik dan biaya pengadaan nan lebih tinggi. Pengiriman dari Amerika Serikat memerlukan waktu sekitar 50-70 hari, lebih panjang dibandingkan pasokan dari Kawasan Timur Tengah nan umumnya berkisar 15-20 hari," jelasnya.
"Selain itu, naphta dari Amerika Serikat juga berada pada kisaran US$150-200 per metrik ton, lebih tinggi dibandingkan pasokan dari Timur Tengah. Upaya ini ditempuh lantaran Perseroan memprioritaskan kebutuhan domestik di kondisi dunia saat ini," paparnya.
Suryandi mengungkapkan, demi meningkatkan keandalan pasokan ke depan, produksi ethylene dari akomodasi olefin cracker sekarang diprioritaskan untuk kebutuhan internal polymer plant Perseroan.
"Kebijakan ini mendukung optimasi produksi polypropylene (PP) dan polyethylene (PE), nan merupakan bahan baku utama bagi beragam sektor strategis seperti kemasan, otomotif, konstruksi, logistik, kesehatan, dan peralatan konsumsi," terangnya.
"Chandra Asri juga memperkuat kesinambungan pasokan melalui support pasokan monomer dan ethylene dari akomodasi grup di Singapura. Sinergi ini mencerminkan kelebihan model upaya terintegrasi Perseroan dalam menjaga ketahanan rantai pasok, meningkatkan elastisitas operasional, serta merespons kebutuhan pasar secara sigap dan efisien," ucapnya.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·