Cegah Karhutla, Menteri LH Perkuat Sekat Kanal Gambut di Pelalawan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Cegah Karhutla, Menteri LH Perkuat Sekat Kanal Gambut di Pelalawan Pembuatan sekat kanal gambut di Provinsi Riau oleh KLH.(Dok. KLH)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bergerak sigap memperkuat pencegahan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) menghadapi musim tandus di Provinsi Riau. 

Menteri LH/Kepala BPLH, Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan pemerintah mengintegrasikan tata kelola air melalui pembangunan sekat kanal gambut, pemulihan area penyangga (buffer zone), dan pembentukan budaya ekologis masyarakat sebagai solusi jangka panjang perlindungan gambut nasional.

“Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah prioritas pengendalian karhutla nasional lantaran mempunyai bentang lahan gambut nan sangat luas di dalam KHG Sungai Kampar–Sungai Gaung. Di Pulau Mendol dan Desa Pulau Muda, kerjasama berbareng BNPB, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Daerah, Kepolisian, bumi usaha, dan masyarakat kita untuk memastikan ekosistem gambut tetap basah,” ujarnya. 

Upaya pembasahan ini mendesak lantaran dari 13,36 juta hektare lahan gambut di Indonesia, sekitar 3,31 juta hektare di antaranya telah rusak dan memerlukan pemulihan terencana. Menteri Jumhur menegaskan bahwa disiplin tata kelola air menjadi kunci utama pencegahan karhutla.

"Kedatangan saya ke sini berbareng BNPB dan Kementerian Kehutanan, dengan Pak Bupati tentunya, dengan Pak Kapolda, itu adalah untuk menunjukkan bahwa aktivitas berbareng untuk menggenangi air seperti nan kita lakukan di sini adalah membangun sekat-sekat kanal, membikin semacam waduk dengan membatasi debit air sehingga airnya bisa melimpah ke sekitar di sini. Itu adalah bagian daripada upaya untuk memitigasi agar musibah kebakaran lahan itu bisa dikurangi," ujarnya.

Guna mengoptimalkan perlindungan, KLH/BPLH menerapkan pemantauan air tanah secara real-time dan praktik water sharing untuk menjaga kelembapan gambut di puncak musim kemarau. Langkah ini mendesak lantaran dari kebutuhan ideal 538.568 unit sekat kanal di tujuh provinsi rawan, saat ini baru tersedia sekitar 45.430 unit untuk mengamankan 269.284 kilometer kanal.

Merespons kurangnya jumlah sekat kanal tersebut, KLH/BPLH mempercepat pembangunan prasarana hidrologi dan memperkuat Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) berbasis 3R (Rewetting, Revegetasi, Revitalisasi Ekonomi) di 2.354 desa. 

Jumhur membujuk kementerian, pemerintah daerah, sektor swasta, dan seluruh masyarakat untuk bergerak berbareng di lapangan. Kolaborasi nyata dan kesadaran kolektif adalah kunci utama menjaga gambut tetap basah demi mencegah karhutla dan melindungi keselamatan bersama.

Sementara Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Meranti. Marlizar, perwakilan MPA, menegaskan kesiapan masyarakat nan terus waspada dan bergerak aktif melakukan pengawasan lapangan setiap hari.

"Ya, kami siap mendukung apa pun dari pemerintah maupun pihak perusahaan nan bisa untuk mengatasi kebakaran ini. Untuk mengatasinya, kami setiap hari melakukan patroli berbareng masyarakat. Semoga dengan kehadiran Pak Menteri ke sini semakin banyak sekat kanal nan dibangun lantaran sangat krusial untuk mencegah kebakaran," pungkasnya. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia