Iran kembali menutup Selat Hormuz. Hal ini dipicu oleh serangan Israel ke Lebanon, pada Jumat (19/6) nan disebut Israel sebagai pelanggaran kesepakatan tenteram dengan Amerika Serikat (AS).
"Sekaligus diumumkan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup untuk segala pelayaran, ini adalah respons dari pelanggaran perjanjian damai, dan jika mereka terus menyerang langkah selanjutnya bakal diambil sampai mereka memenuhi kesepakatan perjanjian," kata Komando Militer Pusat Khatam-al Anbiya, dilansir AFP, Sabtu (20/6).
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan serangan Israel ke negara tersebut sejak 2 Maret 2026 lampau telah mengakibatkan 4.057 orang tewas, termasuk 135 petugas kesehatan. Selain itu, 12.121 orang juga tewas akibat serangan itu.
Sementara pada serangan terakhir Jumat lalu, sebanyak 83 orang tewas dan 141 orang lainnya terluka. Kebanyakan dari mereka tewas di Selatan Lebanon.
Sebelumnya diberitakan, Irael tengah bermusyawarah dengan Amerika Serikat (AS) untuk mempertahankan pasukannya di Lebanon selatan, menurut dua pejabat Israel nan berbincang kepada Reuters, Kamis (18/6).
Pembicaraan itu berjalan sehari setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan sementara nan menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Seorang pejabat senior Israel nan dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pemerintahnya tidak berencana menarik pasukan dari wilayah nan telah dikuasai.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·