Pejabat BKAD Purwakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Pejabat BKAD Purwakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya Jenazah korban setelah dilakukan autopsi bakal dimakamkan di permakaman umum.(MI/Reza Sunarya)

SEORANG pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya, area Jalan Citalang, Kecamatan Purwakarta, Minggu (14/6) malam. Korban diketahui berjulukan Yogi Saleh, 40, nan menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta.

Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh istri korban setelah kembali dari aktivitas wisuda berbareng anak dan mertuanya. Kasat Reskrim Polres Purwakarta, Ajun Komisaris I Made Purwantara, mengungkapkan bahwa pihak family meninggalkan rumah sejak pukul 16.00 WIB menuju Hotel Harper Purwakarta dan baru kembali sekitar pukul 19.30.

Saat tiba di rumah, kondisi gedung dalam keadaan terkunci rapat dan seluruh lampu padam. Karena tidak mendapat respons setelah menggedor pintu, istri korban terpaksa masuk melalui jendela nan dicongkel. Di dalam rumah, dia menemukan ceceran darah nan mengarah ke bilik tidur.

"Ketika pintu bilik dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak dan bersimbah darah di dalam kamar," ujar I Made Purwantara, Senin (15/6).

Temuan Luka dan Olah TKP

Tim Inafis Satreskrim Polres Purwakarta langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil visum luar sementara, ditemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban nan menimbulkan kecurigaan mendalam. Polisi mencatat ada tiga luka tusuk di bagian leher serta satu luka robek pada bagian dada alias ulu hati.

Selain luka tajam, ditemukan pula jejak jeratan pada leher, serta memar di bagian dengkul dan pergelangan kaki korban. Di letak kejadian, polisi mengamankan sejumlah peralatan bukti berupa:

  • Sebilah pisau dapur berwarna kuning dengan panjang sekitar 10-15 sentimeter.
  • Satu tangga.
  • Dua kabel nan terputus.
  • Satu ikat pinggang.

Terkait temuan tangga dan kabel, polisi menduga barang-barang tersebut sempat digunakan dalam upaya gantung diri. Namun perihal ini tetap dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

Penyelidikan Motif

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah kematian pejabat BKAD tersebut murni akibat bunuh diri alias merupakan korban tindak pidana pembunuhan. Keberadaan luka tusuk dan jejak jeratan secara berbarengan menjadi konsentrasi utama penyidik.

"Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal lantaran bunuh diri alias tindak pidana," tegas Made.

Saat ini, interogator Satreskrim Polres Purwakarta tengah mendalami percakapan terakhir dalam telepon genggam milik korban. Langkah ini diambil untuk mengungkap motif di kembali kejadian tersebut serta menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kematian Yogi Saleh.

Catatan Redaksi: Informasi ini disusun berasas laporan koresponden di lapangan dan keterangan resmi kepolisian per 15 Juni 2026. Kasus tetap dalam penanganan intensif Polres Purwakarta. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia