Jakarta -
PT Pegadaian mempertegas komitmennya sebagai lembaga finansial nan adaptif dan tepercaya di Indonesia. Setelah lebih dari 125 tahun memberikan beragam jasa finansial untuk masyarakat, Pegadaian tidak hanya sukses mempertahankan eksistensinya melintasi generasi, tetapi juga terus sukses beralih bentuk menjawab tuntutan zaman.
Langkah transformasi ini membuahkan hasil nan impresif. Pegadaian nan dulu identik dengan jasa gadai tradisional, sekarang telah berevolusi menjadi penyedia solusi finansial nan jauh lebih luas dan terdigitalisasi, termasuk memimpin pasar ekosistem investasi emas dan jasa bullion nasional.
Perluasan portofolio upaya ini menjadi motor penggerak pertumbuhan keahlian finansial perusahaan secara signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, skala upaya Pegadaian terus meluas secara masif dengan melayani lebih dari 19 juta pengguna nan tersebar di seluruh pelosok negeri. Pertumbuhan pedoman pengguna ini didukung penuh oleh keandalan prasarana bentuk berupa lebih dari 4.000 outlet operasional di Indonesia.
Apresiasi besar atas pencapaian ini disampaikan langsung oleh Kepala Departemen Layanan Outlet dan Prioritas PT Pegadaian Shinta Kusumastuti.
Shinta menggarisbawahi loyalitas pengguna adalah pilar utama di kembali performa gemilang perusahaan sepanjang tahun lalu.
"Kami mengucapkan terima kasih nan sebesar-besarnya kepada 19 juta pengguna Pegadaian. Berkat kepercayaan nan begitu besar, Pegadaian sukses membukukan pencapaian nan cukup luar biasa di tahun 2025," ungkap Shinta, dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).
"Laba bersih perusahaan tumbuh signifikan sebesar 40% hingga menyentuh nomor sekitar Rp 8,3 triliun. Tidak hanya itu, Pegadaian juga kokoh mempertahankan pangsa pasar (market share) gadai nasional di kisaran 80%," sambungnya.
Di tengah ketatnya kejuaraan industri jasa finansial dan disrupsi digital, Pegadaian tetap relevan dan tumbuh secara berkepanjangan dengan beragam strategi layanan, diantaranya melalui transformasi Layanan Berbasis Pengalaman (Customer Experience), perusahaan secara konsisten meningkatkan standar kualitas pelayanan di seluruh titik hubungan (touchpoints).
Upaya pelayanan prima ini diterapkan secara merata, baik pada hubungan langsung di jaringan outlet maupun melalui kenyamanan kanal digital.
Pegadaian juga jeli memandang pergeseran kebutuhan finansial masyarakat. Fleksibilitas organisasi dibuktikan melalui pengembangan lini produk investasi modern seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, hingga ekspansi ke bagian bullion services (Layanan Bank Emas) pertama di Indonesia nan berizin resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Transformasi Budaya Internal dengan menerapkan prinsip Think Like a Customer, Pegadaian mengakselerasi performa melalui reformasi dan internalisasi budaya kerja.
Setiap Insan Pegadaian didorong untuk menggeser pola pikir tradisional 'customer think' menjadi 'think like a customer'. Melalui paradigma ini, tenaga kerja tidak sekadar memikirkan nasabah, tetapi dilatih untuk berempati penuh dan memahami kebutuhan finansial dari perspektif pandang pengguna secara langsung.
Menatap masa depan, PT Pegadaian berupaya untuk terus menjaga standar kualitas jasa terdepan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ketulusan pelayanan (high touch) dan penemuan teknologi digital (high tech), Pegadaian optimis dapat terus mengawal kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus menyukseskan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia.
(akd/ega)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·