Jakarta -
PT Pegadaian (Persero) mengambil peran dalam penguatan ekosistem emas nasional melalui pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Bersama para pelaku industri emas nasional, Pegadaian menjadi bagian dari sidang pleno pembentukan asosiasi tersebut.
Sidang nan digelar di Pegadaian Tower, Jakarta, Senin (20/7) ini menandai fase final dari proses legalitas pembentukan asosiasi IBMA, sekaligus menjadi awal bagi Indonesia untuk membangun pasar bullion nan modern, terintegrasi, dan berkekuatan saing global.
Dalam sidang pleno tersebut, Selfie Dewiyanti, nan merupakan Direktur Pemasaran, Penjualan & Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) secara resmi terpilih dan disahkan sebagai Ketua Umum IBMA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kehadiran IBMA membawa misi transformasi besar bagi perekonomian nasional. Kami mau mengubah paradigma masyarakat dan industri terhadap emas, dari nan tadinya hanya untuk melindungi nilai aset, menjadi aset finansial nan produktif, likuid, dan aktif," ujar Selfie Dewiyanti dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
"Dengan support penuh beragam regulator, kami optimistis bisa melahirkan penemuan produk dan jasa berbasis emas nan bisa membawa Indonesia menjadi Leading Bullion Market in Southeast Asia," sambungnya.
Adapun agenda utama sidang berfokus pada pengesahan Anggaran Dasar (AD), pembahasan serta penetapan Anggaran Rumah Tangga (ART), dan penandatanganan buletin aktivitas pleno. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan 11 perusahaan pendiri (founders) nan berkumpul pada 6 Maret 2026 lalu, nan kemudian dituntaskan secara administratif oleh Tim Formatur, Tim Teknis, dan Tim Notaris di bawah pengarahan strategis perwakilan pemerintah, Bapak Ferry Irawan, nan merupakan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kemenko RI.
Sebagai salah satu produsen emas terbesar, Indonesia mempunyai pondasi geologis nan sangat kuat untuk menjadi pusat pasar bullion. Namun, selama ini potensi tersebut belum teroptimalkan lantaran belum adanya lembaga tunggal nan menyatukan para pelaku upaya dan menetapkan standar industri nan seragam.
IBMA datang untuk mengisi ruang kosong tersebut. Bertindak sebagai mitra strategis regulator, asosiasi ini bakal menjadi jembatan nan menghubungkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dari hulu hingga ke hilir, meliputi sektor, Pertambangan, Jasa Keuangan, serta Pemurnian (Refinery), Manufaktur & Jasa Pendukung Bisnis Lainnya sejalan dengan tujuan Asta Cita pemerintah.
Melalui sinergi nan kuat antara Kementerian Koordinator Perekonomian, didukung oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan juga BP BUMN, IBMA berkomitmen membantu negara dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset emas nasional agar memberikan nilai ekonomi (value creation) nan jauh lebih tinggi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sebagai corak support nyata terhadap keberlangsungan organisasi, PT Pegadaian (Persero) secara resmi memfasilitasi instansi sekretariat dan ruang rapat utama IBMA nan berlokasi di Gedung Pegadaian Tower, Jakarta. Pemilihan letak ini dinilai sangat tepat lantaran Pegadaian sendiri telah berevolusi menjadi pusat ekosistem emas nasional nan paling terintegrasi di Indonesia.
Lebih lanjut, seluruh akomodasi pendukung industri emas telah tersedia lengkap, mulai dari Layanan Bank Emas Pegadaian, Fasilitas mesin ATM Emas Pegadaian, Toko retail emas Galeri 24, dan laboratorium pengetesan kadar emas G-Lab.
Kehadiran instansi sekretariat IBMA di pusat ekosistem ini diharapkan dapat semakin mempererat komunikasi seluruh anggota, sehingga dapat mempercepat proses pengambilan keputusan strategis, serta menjadi pusat edukasi investasi emas nan terpercaya bagi masyarakat luas.
Dengan disahkannya kepengurusan dan legalitas IBMA pada sidang pleno tersebut, industri emas Indonesia sekarang siap melangkah masuk ke era modernisasi pasar bullion nan kokoh, transparan, dan diakui di kancah internasional.
(anl/ega)
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·