Pedagang Jersey di Tanah Abang Bangkit dari Kubur Jelang Piala Dunia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Perhelatan Piala Dunia 2026 membawa berkah tersendiri bagi pedagang jersey sepak bola di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pasalnya, banyak masyarakat nan antusias dengan piala bumi berburu jersey baru.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, Kamis (11/6/2026), sejumlah toko jersey di Pasar Tanah Abang diramaikan pengunjung. Budi contohnya, dia menjual jersey sepak bola dari beragam negara.

Bahkan, untuk tim tertentu seperti Brasil hanya sisa tujuh buah jersey lagi dan dibanderol seharga Rp 160 ribu per baju. Untuk kualitas baju itu sendiri dikategorikan sebagai Grade Ori namalain GO.

"Setiap tim laku semua ini aja Brazil sisa tujuh ukuran M dan S aja," ungkap Budi kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/6/2026).

Dirinya bilang, omzet penjualan dari jersey Piala Dunia 2026 tumbuh sekitar 50%. Hal ini didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat jelang Piala Dunia berlangsung. Tak tanggung-tanggung, mereka juga sudah berburu jersey dari bulan Mei lalu.

Meski demikian, Budi hanya menjual jersey dengan nilai eceran. Dengan kata lain, jika dibeli dalam jumlah besar alias grosir harganya tetap sama di kisaran Rp 140-160 ribu.

Beralih ke toko lainnya, Anton mengaku masyarakat telah berburu jersey sejak dua bulan nan lalu. Adapun jersey nan paling banyak dicari adalah tim nasional (timnas) Argentina, Brazil,
Perancis, Argentina, hingga Belanda.

Sejumlah penduduk mulai memadati gerai penjual jersey negara peserta Piala Dunia 2026 di pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Sejumlah penduduk mulai memadati gerai penjual jersey negara peserta Piala Dunia 2026 di pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Sejumlah penduduk mulai memadati gerai penjual jersey negara peserta Piala Dunia 2026 di pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Baju-baju tersebut dibanderol seharga Rp 140-150 ribu per pcs. Akan tetapi, untuk jumlah grosir ada potongan nilai sebesar Rp 5-10 ribu. Terkait kualitasnya, Anton menyebut sebagai Grade Ori dan ukuran dewasa menjadi produk nan paling banyak dicari.

"(Penjualan jersey) Ini udah hype dari 2 bulan nan lalu. Omzetnya naik lebih dari 50%," kata Anton.

Beberapa waktu sebelumnya, toko nan dijaga Anton membuka nilai Rp 120 ribu per jersey untuk jumlah banyak. Seiring adanya peningkatan permintaan, nilai jersey tersebut ikut naik sekitar Rp 20-30 ribu.

Contoh lainnya Dini, dia merasakan euforia Piala Dunia 2026 sejak dua bulan lalu. Mengingat, banyak masyarakat dari Papua nan berjamu dan membeli jersey di tokonya.

Dini menjelaskan, jersey nan dijualnya mempunyai kualitas bagus dengan terjangkau. Satu baju jersey nan dijual Dini dibanderol seharga Rp 70 ribu satu pcs, sedangkan jika satu lusin dibanderol seharga Rp 65 ribu.

"Penjualannya tetap sama saja kayak Piala Dunia sebetulnya. Jadi nan banyak beli itu tuh orang Papua, jika minggu-minggu sekarang hype untuk wilayah Jabodetabek," tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, Dini memandang ada kenaikan omzet sebesar 20%. Ia pun bakal terus berupaya memenuhi permintaan para pengguna jersey di tempatnya.

Sebaliknya, salah satu penjual jersey berjulukan Lia mengaku omzetnya turun pada saat jelang Piala Dunia 2026, namun tetap ada saja beberapa permintaan jersey untuk ukuran anak-anak dan dewasa.

Dia menilai, penurunan omzet tersebut terjadi lantaran saingannya bukan hanya toko-toko di Pasar Tanah Abang, melainkan toko-toko online nan ada di platform marketplace.

"Karena kebanyakan orang mengincar di online dengan fotonya bagus tapi kualitasnya belum tentu bagus. Bisa aja zonk dan harganya juga murah," tandas Lia.

(wur/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News