, JAKARTA, – Kawasan berhistoris Pecinan Glodok di Tamansari, Jakarta Barat, terus berbenah untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu letak wisata unggulan di Ibu Kota. Pemerintah kota setempat menggelar pagelaran kuliner malam nan melibatkan UMKM serta panggung intermezo bernuansa budaya lokal sebagai bagian dari upaya aktivasi kawasan.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menegaskan bahwa penataan dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter original Pecinan Glodok. "Pecinan Glodok ini memang sudah menjadi ikon wisata di Jakarta. Karena itu kita terus menjadikan tempat lebih nyaman buat para pengunjung. Tentu kita bakal pertahankan dari sisi kelestarian, dari ornamennya, kemudian karakter khasnya," kata Iin kepada ANTARA usai menghadiri pagelaran kuliner di Pecinan Glodok, Sabtu malam.
Sebagai langkah awal penataan, pihaknya konsentrasi mengevaluasi beberapa aspek krusial, mulai dari sistem perparkiran, keamanan, hingga kebersihan. Evaluasi ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan melibatkan seluruh organisasi lokal di area tersebut.
Menurut Iin, aktivasi area ini tidak hanya berorientasi pada perpanjangan jam operasional UMKM, melainkan juga menyediakan ruang hubungan sosial bagi masyarakat luas. "Tempat ini bukan hanya milik Jakarta Barat, tetapi milik seluruh penduduk DKI Jakarta, apalagi luar Jakarta. Kami berambisi penduduk bisa datang menikmati suasana sore hari alias akhir pekan di sini lantaran kulinernya banyak dan tempatnya nyaman," tutur wali kota nan baru saja menyelesaikan program doktoral di bagian pengetahuan pemerintahan itu.
Integrasi dengan Kawasan Kota Tua
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Barat, Sherly, menambahkan bahwa penataan Pecinan Glodok juga berangkaian dengan integrasinya dengan Kota Tua di bawah satu payung area wisata. Ia menegaskan bahwa Kawasan Kota Tua membentang bukan hanya sekitar area museum sampai dengan Pelabuhan Sunda Kelapa, tetapi juga hingga ke Pancoran Glodok.
Integrasi bentuk kedua area ikonik ini bakal semakin kuat seiring dengan pembangunan proyek transportasi massal MRT Jakarta Fase 2. "Nanti dengan adanya pembangunan MRT fase 2, stasiunnya bakal menyambungkan mulai dari area Pecinan ini langsung ke lokasi wisata Kota Tua. Jadi, rangkaian perjalanan visitor nantinya bakal menyatu dari sini sampai ke Kota Tua," jelas Sherly.
Sherly menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap pagelaran kuliner malam ini menjadi modal krusial untuk mendorong Pecinan Glodok sebagai lokasi wisata malam. Ia membandingkannya dengan area pecinan ternama di luar negeri seperti Lau Pa Sat di Singapura alias Petaling Street di Kuala Lumpur, hingga Pasar Semawis di Semarang.
"Jakarta punya potensi nan sebenarnya lebih keren lantaran di sini ada gedung nan usianya lebih dari 350 tahun. Potensi historis ini nan bakal terus kita sorong dan kembangkan," pungkas Sherly.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·