PBSI Minta Maaf usai Tim Piala Thomas Gugur di Babak Grup

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Fajar Alfian, Ketum PBSI M. Fadil Imran, dan Putri Kusuma Wardani saat aktivitas pelepasan tim Piala Thomas dan Uber 2026 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (15/4). Foto: Katondio Bayumitra Wedya/kumparan

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyampaikan hasil dan pertimbangan atas penampilan Tim Thomas Indonesia pada arena Thomas & Uber Cup Finals 2026 nan berjalan pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Horsens, Denmark.

Pada jenis kali ini, Tim Thomas Indonesia tergabung di Grup D berbareng Prancis, Thailand, dan Aljazair. Persaingan di Grup D berjalan ketat sejak pertandingan pertama, di mana setiap tim menunjukkan performa terbaiknya untuk mengamankan tiket ke babak perempat final.

Menjelang laga penentuan melawan Prancis, kesempatan Indonesia untuk lolos ke babak perempat final tetap terbuka lebar dengan beberapa skenario. Indonesia dipastikan bakal keluar sebagai juara grup andaikan bisa menang dengan skor 3-2. Jika kalah tipis 2-3, Indonesia tetap berkesempatan lolos sebagai runner-up grup. Namun, kekalahan dengan skor 1-4 alias 0-5 membikin Indonesia dipastikan kandas melaju ke babak perempat final.

Indonesia sendiri sebelumnya sukses meraih satu kemenangan krusial atas Thailand dengan skor 3-2. Namun demikian, langkah Indonesia kudu terhenti di fase grup setelah mengalami kekalahan dari Prancis dengan skor 1-4. Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi ketiga klasemen akhir Grup D.

Sementara itu, Thailand keluar sebagai juara Grup D setelah mencatatkan kemenangan meyakinkan atas Prancis dengan skor 4-1. Prancis memastikan diri sebagai runner-up grup dan mendampingi Thailand melaju ke babak perempat final.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengakui kelebihan lawan.

Pelatih kepala dobel putri Eng Hian. Foto: Dok. PBSI

“Atas nama PBSI, saya memohon maaf lantaran belum bisa memberikan hasil nan terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui kelebihan tim Prancis nan bisa memanfaatkan kesempatan dengan sangat baik di setiap partai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eng Hian menjelaskan bahwa secara strategi dan komposisi pemain, tim Prancis mempunyai untung tersendiri. Kehadiran Popov berkerabat nan bermain rangkap di sektor tunggal maupun dobel memberikan elastisitas dalam penyusunan line-up. Hal ini membikin tiga partai awal didominasi sektor tunggal, nan secara ranking bumi maupun rekor pertemuan relatif berimbang dengan pemain Indonesia.

Indonesia sebenarnya mempunyai kesempatan untuk mencuri poin, salah satunya melalui tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting. Namun dalam pertandingan tersebut, Ginting mengalami hambatan bentuk di penghujung gim ketiga setelah sempat terjatuh dan mengalami kram. Kondisi tersebut berakibat pada pergerakan nan tidak lagi optimal serta menurunnya kecermatan pukulan, sehingga kesempatan untuk mengamankan poin tidak dapat dimaksimalkan. Ginting akhirnya kudu mengakui kelebihan Toma Junior Popov dengan skor tipis 20-22 di gim penentuan.

Alwi Farhan saat memihak tim Indonesia di Piala Thomas 2026 nan digelar di Horsens, Denmark. Foto: PBSI

Pada partai keempat, nan menjadi salah satu penentu kesempatan Indonesia untuk memperpanjang asa lolos ke perempat final, pasangan Sabar/Reza diharapkan bisa menyumbangkan poin. Terlebih, secara rekor pertemuan mereka unggul 2-0 atas pasangan Eloi Adam/Leo Rossi. Namun dalam pertandingan tersebut, Sabar/Reza belum bisa menampilkan performa terbaik. Permainan nan kurang lepas serta tekanan dari musuh membikin kesempatan tersebut tidak sukses dikonversi menjadi kemenangan.

Satu-satunya poin bagi Indonesia dalam pertandingan melawan Prancis diraih oleh sektor dobel putra melalui pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. Mereka sukses mengalahkan Popov berkerabat melalui pertarungan rubber game.

Hasil ini menjadi bahan pertimbangan krusial bagi PP PBSI dalam melakukan pembinaan dan persiapan ke depan. Fokus ke depan bakal diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan elastisitas komposisi pemain seperti nan ditunjukkan oleh Prancis.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan