PB Al Washliyah: Penetapan Awal Syawal Berpotensi Berbeda, Sabtu 21 Maret 2026

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

 Penetapan Awal Syawal Berpotensi Berbeda, Sabtu 21 Maret 2026

Penetapan Awal Syawal Berpotensi Berbeda (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, Julian Lukman, menyatakan bahwa penetapan awal Syawal 1447 Hijriah berpotensi mengalami perbedaan, dengan kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Hal tersebut disampaikan Lukman dalam Seminar Posisi Hilal di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).

“Awal Syawal 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada hari Sabtu Pahing, 21 Maret 2026,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan, perihal itu berasas hasil ijtima awal Syawal 1447 Hijriah serta hasil hisab di empat markaz nan dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB.

Adapun hasil pengukuran menunjukkan ketinggian bulansabit di Jayapura sebesar 1° 0’ 58,04”; di Pelabuhan Ratu 1° 39’ 0,57”; di Medan 2° 36’ 40,78”; dan di Lhoknga, Aceh 2° 50’ 27,33” dengan elongasi sekitar 6,01°.

Berdasarkan info tersebut, lanjutnya, Ramadan berpotensi digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari lantaran belum memenuhi kriteria imkan rukyat MABIMS, ialah tinggi bulansabit minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com