Paus Leo Beri Warning Demokrasi Bisa Jadi Tirani, Sindir Trump?

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Paus Leo mengeluarkan peringatan keras mengenai akibat negara-negara kerakyatan nan dapat tergelincir ke dalam kondisi tirani mayoritas. Pernyataan ini disampaikan melalui sebuah surat resmi nan dirilis oleh Vatikan pada hari Selasa, hanya berselang dua hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan serangan terhadap sang pontiff melalui media sosial.

Paus pertama nan berasal dari Amerika Serikat tersebut menuliskan pesannya kepada para peserta pertemuan Vatikan nan membahas tentang penggunaan kekuasaan dalam masyarakat demokratis. Menurutnya, sistem kerakyatan hanya bakal tetap sehat andaikan berakar kuat pada nilai-nilai moral nan mendasar.

"Tanpa landasan ini, kerakyatan berisiko menjadi tirani kebanyakan alias sekadar kedok bagi kekuasaan elit ekonomi dan teknologi," kata Paus Leo dalam surat tersebut sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (15/4/2026).

Teks tersebut dirilis saat Paus tengah menjalani tur ambisius selama 10 hari ke empat negara Afrika. Meskipun demikian, surat itu tidak secara langsung menyebut Amerika Serikat alias menamai negara kerakyatan tertentu secara spesifik dalam kritiknya.

Sebelumnya, Donald Trump melontarkan kritik tajam dengan menyebut Paus Leo sebagai sosok nan "mengerikan" pada Minggu malam. Serangan verbal ini muncul setelah dalam beberapa pekan terakhir Paus Leo semakin vokal menjadi kritikus terhadap perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Terkait tekanan tersebut, Paus Leo menegaskan posisinya kepada Reuters pada hari Senin bahwa dia berencana untuk terus mengkritik perang tersebut. Ia memastikan tidak bakal berakhir menyuarakan pendapatnya meskipun mendapatkan komentar negatif dan serangan dari Trump.

Dalam surat nan dirilis Selasa, Paus menjelaskan bahwa Gereja Katolik mengajarkan bahwa kekuasaan tidak boleh dipandang sebagai tujuan akhir. Kekuasaan kudu diletakkan pada porsi nan sebenarnya demi kepentingan masyarakat luas.

"Kekuasaan kudu dipandang bukan sebagai tujuan itu sendiri, melainkan sebagai sarana nan diperintahkan menuju kebaikan bersama," tegas Paus Leo dalam pesannya.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa keabsahan sebuah otoritas tidak diukur dari seberapa besar kekuatan materi nan dimiliki. Hal ini menjadi pengingat bagi para pemimpin bumi agar tidak menyalahgunakan kedudukan nan mereka emban.

"Ini menyiratkan bahwa legitimasi otoritas tidak berjuntai pada akumulasi kekuatan ekonomi alias teknologi, tetapi pada kebijaksanaan dan amal nan digunakan dalam menjalankannya," tutur Leo menjelaskan.

Menutup pesannya, Paus Leo juga mendesak para pemimpin di masyarakat demokratis untuk menghindari bujukan menimbun kekuasaan. Ia menekankan pentingnya pengendalian diri bagi setiap pemegang mandat kekuasaan di suatu negara.

"Kesederhanaan terbukti krusial untuk penggunaan otoritas nan sah, lantaran kesederhanaan nan sejati menahan pemuliaan diri nan tidak teratur dan bertindak sebagai pagar pembatas terhadap penyalahgunaan kekuasaan," pungkasnya.

(tps/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News