Pasukan Tempur Raksasa Nuklir Asia Mendadak Bergerak ke Saudi, Kenapa?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pakistan dilaporkan melakukan pengiriman beberapa senjata dan ribuan tentara menuju ke Arab Saudi. Ini dilakukan setelah adanya pakta pertahanan berbareng rahasia nan ditandatangani tahun lalu.

Kabarnya ada 8.000 tentara dan satu skuadron jet tempur JF-17 nan dikirimkan Pakistan. Selain itu juga terdapat pengiriman dua skuadron dan sistem pertahanan udara HQ-0 buatan China.

Semua persenjataan itu bakal dioperasikan oleh tentara Pakistan. Sementara biaya pengiriman ditanggung oleh Arab Saudi.

Dokumen rahasia mencatat jumlah pasukan tetap bisa bertambah saat situasi memburuk. Dengan begitu membuka kesempatan pengiriman kapal perang ke wilayah tersebut.

"Kesepakatan rahasia itu menyediakan kemungkinan hingga 80.000 tentara Pakistan untuk dikerahkan ke Arab Saudi guna membantu mengamankan perbatasan kerajaan berbareng dengan pasukan Saudi," ujar sumber pemerintahan tersebut seperti dikutip dari Reuters, Minggu (24/5/2026).

Pengerahan pasukan dimulai sejak awal April lalu, dipicu serangan udara Iran nan menghantam prasarana daya utama milik Arab Saudi.

Serangan itu menewaskan seorang penduduk negara Saudi dan memicu kekhawatiran global. Riyadh juga melancarkan serangan jawaban rahasia ke wilayah Iran.

Pengiriman pasukan juga terjadi saat Pakistan menjadi mediator utama perang Iran. Bahkan sempat sukses menengahi gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Teheran.

Kedua negara memang diwajibkan perjanjian rahasia saling memihak saat salah satu pihak diserang. Bahkan Arab Saudi dinilai berada dalam payung nuklir Pakistan lantaran kesepakatan tersebut.

(emy/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News