Rayan Bahaa Abu Al-Ajeen.(X/@QudsNen)
TRAGEDI kemanusiaan kembali mengguncang wilayah Gaza tengah, Jalur Gaza, setelah pasukan Israel dilaporkan menembak meninggal seorang balita laki-laki berumur tiga tahun, Rayan Abu al-Ajeen. Insiden memilukan ini terjadi saat korban sedang berada dalam gendongan ayahnya di wilayah Wadi al-Salqa, kegubernuran Deir el-Balah.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, penembakan terjadi pada Minggu (14/6) sore waktu setempat. Jenazah Rayan baru dapat dievakuasi ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa pada Senin (15/6) setelah sempat tertahan akibat situasi keamanan di letak kejadian.
Ayah korban, Bahaa Abu al-Ajeen, juga menjadi sasaran tembakan nan mengenai kakinya. Saat ini, Bahaa tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit dalam kondisi nan belum stabil akibat pendarahan dahsyat selama berjam-jam sebelum sukses dievakuasi.
Penembakan di Luar Garis Kuning
Keluarga menyatakan bahwa saat kejadian, ayah dan anak tersebut sedang melangkah menuju rumah kaca milik family untuk bekerja di sektor pertanian. Lokasi tersebut diklaim berada di luar wilayah nan disebut sebagai Yellow Line'atau Garis Kuning, area nan tidak berada di bawah kendali langsung militer Israel.
Kakek korban, Jaber Abu al-Ajeen, menceritakan detik-detik mencekam saat dia mendengar rentetan tembakan dari arah ladang mereka. "Cucu saya, Rayan, tewas akibat luka tembak di kepala. Peluru menembus kepalanya dan keluar melalui matanya," ujar Jaber kepada Al Jazeera dengan nada getir.
Jaber juga mengungkapkan bahwa setelah penembakan, putranya (Bahaa) sempat dibawa ke area nan dikuasai militer Israel dan dibiarkan dalam kondisi terluka parah tanpa support medis selama tujuh jam.
Catatan Krisis Gaza:
- Total korban tewas di Gaza sejak Oktober 2023 telah melampaui 73.000 jiwa.
- Hampir 1.000 penduduk Palestina tewas sejak gencatan senjata Oktober lampau akibat serangan nan terus berlanjut.
- Banyak kejadian penembakan terjadi di sekitar Yellow Line yang terus diperluas secara sepihak oleh militer Israel.
Pelanggaran Kesepakatan Gencatan Senjata
Insiden ini menambah panjang daftar dugaan pelanggaran di wilayah perbatasan area aman. Keluarga Abu al-Ajeen menegaskan bahwa mereka adalah penduduk sipil murni nan bekerja sebagai petani dan telah lama tinggal di area tersebut.
Hingga buletin ini diturunkan, pihak militer Israel belum memberikan komentar resmi mengenai penembakan spesifik nan menewaskan balita tersebut. Sementara itu, situasi di Deir el-Balah tetap tegang seiring dengan terus meluasnya operasi militer Israel di wilayah-wilayah nan sebelumnya dianggap sebagai area kondusif bagi penduduk sipil. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·