Pastikan Mama Sinta Peroleh Keadilan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pastikan Mama Sinta Peroleh Keadilan ilustrasi(MI)

DUGAAN intimidasi terhadap tokoh wanita budaya Merauke, Yasinta Moiwend alias kerap disapa Mama Sinta, didesak untuk diusut tuntas oleh pihak kepolisian lantaran muncul dugaan di publik adanya keterlibatan jejaring internasional.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza, menilai pengusutan kasus dugaan intimidasi terhadap Mama Sinta tidak bisa dianggap sepele. Ini lantaran erat kaitannya dengan integritas penegak norma dan stabilitas bangsa.

Dia memandang laporan Mama Sinta nan dimasukkan ke Polda Metro Jaya, dengan melaporkan Direktur LBH Papua Merauke (JTW) sekaligus Sutradara movie Pesat Babi, Dandhy Dwi Laksono, dapat menjadi pintu masuk dań langkah awal mengungkap dalang dugaan intimidasi Mama Sinta. 

“Jika memang ada dugaan keterlibatan didanai asing, maka pihak nan menuding sekaligus dalam perihal ini negara, kudu membuktikannya. Proses pembutikan kudu secara transparan melalui jalur norma dan investigasi nan kredibel, bukan membangun narasi nan justru memperbesar polarisasi publik,” ujar Efriza kepada wartawan, Jumat (5/6).

Menurutnya, info beredar nan menyebut Mama Sinta diancam oleh sponsor nan mendanai produksi Film Pasta Babi kudu dibuat seterang mungkin, meskipun Dhandy sudah menyatakan tidak ada sumber pendanaan dari pihak asing.

“Posisi pemerintah sudah benar, tidak terlalu cemas dengan movie Pesta Babi. Karena patut diingat, Indonesia sebagai negara demokrasi, jangan sampai setiap kritik alias karya nan berbeda pandangan langsung dicap sebagai agenda asing, lantaran itu dapat menakut-nakuti kebebasan berekspresi dan mempersempit ruang demokrasi,” tuturnya.

Adapun mengenai dengan rumor nan diangkat movie Pesta Babi, Efriza memandang arah dan motifnya condong mendegradasi persatuan bangsa, di tengah upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadirkan stabilitas ekonomi dan politik secara nasional nan tidak mudah.

“Narasi movie Pesta Babi mengenai PSN, tentu bisa muncul keterhubungan lantaran proyek strategis nasional memang menyangkut investasi besar, kepentingan ekonomi, penguasaan lahan, hingga juga perihal negatif terjadi seperti salah urus dalam pengelolaannya,” ucapnya.

Lebih dari itu, Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) ini meyakini, Mama Sinta sebagai tokoh masyarakat budaya nan menjunjung tinggi kedaulatan negara dan keberpihakan pemerintah terhadap rakyat Papua, kudu dilindungi haknya sebagai penduduk negara dalam memperoleh keadilan hukum.

“Laporan Mama Sinta semestinya terus berproses di kepolisian, meningat dia juga merupakan penduduk negara Indonesia nan memperjuangkan hanya dalam mencari keadilan,” tuturnya.

Oleh Karena itu, Efriza memandang krusial dorongan beragam stake holder untuk bijak, dewasa, seta objektif dalam menyikapi polemik movie Pesta Babi, mengingat pengakuan Mama Sinta tidak tahu sama sekali dirinya dijadikan objek untuk mengangkat satu rumor di dalam movie Pesta Babi tersebut.

“Dugaan antek asing mendanai maupun untuk mengganggu proyek nasional, tentu saja tidak boleh disimpulkan secara prematur tanpa info dan bukti nan kuat. Hamburan persepsi pro dan kontra nan berlebihan juga malah menghasilkan riuh rendahnya perpolitikan di negara ini,” tutupnya. (Cah)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia