Medan - Seorang tunanetra berjulukan Maya Sari (64) mengaku ditolak pihak Rumah Sakit (RS) Royal Prima Medan untuk menjalani rawat inap. Pihak RS membantah.
Maya bercerita dia datng ke RS Royal Prima di Jalan Ayahanda berbareng anaknya pada Kamis (7/5) kemarin dengan keluhan sakit di ulu hati, dehidrasi berat.
Kondisi itu membuatnya tidak sanggup berjalan. Maya mengaku sudah mendapat rujukan dari Puskesmas Medan Polonia untuk menjalani rawat inap lantaran kondisi kesehatannya.
"Saat itu di ruang IGD kami sudah menunggu 30 menit dan sama sekali tidak mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas nakes," katanya Rabu (13/5/2026).
Karena tidak mendapatkan pelayanan setelah menunggu lama, dia kemudian menegur nakes nan ada di sana. Tidak lama setelah teguran itu dia diperiksa.
"Kesalnya usai ditegur, kami baru mendapatkan tindakan medis. Tidak berapa lama petugas nan mengaku master jaga mengatakan pasien tidak kritis juga stabil. Jadi diminta untuk rawat jalan saja," tuturnya.
Maya mengatakan, pihak family sempat memohon kepada pihak RS Royal Prima agar pasien sebaiknya diopname saja, karena kondisinya dehidrasi berat.
"Permohonan ini kami katakan beberapa kali. Namun dari petugas nakes unit IGD RS Royal Prima Medan komitmen tetap tidak bisa," katanya.
Humas RS Royal Prima, Devi Marlin membantah pihaknya melakukan penolakan terhadap pasien. Menurutnya, semua tahapan nan dilakukan sudah sesuai prosedur.
"RS Royal Prima tidak ada menolak pasien. Semua dilakukan sesuai prosedur," ujar Devi saat dikonfirmasi.
Baca selengkapnya di sini (idh/imk)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·