Pascagempa M 6,7: Kepanikan Massal Memicu Antrean Mengular di Seluruh SPBU Kota Palu

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Kepanikan Massal Memicu Antrean Mengular di Seluruh SPBU Kota Palu Kendaraan mengular antre di SPBU Kota Palu usai gempa 6,7 magnitudo pada Selasa (16/6/2026).(MI/M Taufan SP Bustan)

KEPANIKAN luar biasa melanda penduduk Kota Palu sesaat setelah gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, Selasa (16/6).

Ketakutan bakal trauma masa lampau membikin ribuan penduduk langsung mengambil langkah pengamanan dini. Salah satu pemandangan paling mencolok pascagempa adalah terjadinya antrean mengular di nyaris seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di ibu kota provinsi tersebut.

Hanya dalam hitungan jam setelah guncangan nan terjadi pukul 11.27 WITA, antrean kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga truk logistik tampak memadati jalan-jalan di sekitar SPBU. 

Ratusan penduduk rela berdiri berjam-jam di bawah terik mentari demi memastikan tangki kendaraan mereka terisi penuh.

Ketakutan penduduk sangat beralasan. Mereka cemas jika gempa susulan nan lebih besar terjadi, pasokan listrik bakal padam dan pengedaran BBM ke Kota Palu bakal terputus total.

Di SPBU Jalan Pue Bongo, Palu Barat, antrean kendaraan apalagi meluap hingga ke badan jalan raya, memicu kemacetan arus lampau lintas. 

Hamka Rauf, 42, seorang penduduk nan ikut mengantre menggunakan sepeda motornya, mengaku tidak mau memperkirakan dengan situasi darurat ini.

“Beli memang BBM, jangan sampai kelak ada gempa susulan lagi nan lebih besar. Lebih baik antisipasi memang toh. Kalau kendaraan full bensin, kita merasa lebih kondusif dan tenang jika sewaktu-waktu kudu dipakai mengungsi berbareng keluarga,” ungkapnya.

Kondisi serupa terlihat di SPBU Jalan Imam Bonjol. Di tengah riuh klakson kendaraan, Siti Rahma, 35, seorang ibu rumah tangga asal Palu Bara, tampak sabar mengantre sembari membawa dua jeriken kecil. Bagi Siti, gempa siang itu membangkitkan memori kelam masa lampau nan membuatnya trauma.

"Waktu gempa besar tahun 2018 dulu, kami kesusahan separuh meninggal cari bensin untuk pemindahan lantaran SPBU tutup semua. Makanya ini tetap ada kesempatan, isi BBM memang,” imbuhnya. 

Hingga sore hari, antrean kendaraan di beragam perspektif Kota Palu dilaporkan tetap mengular panjang. Berdasarkan info dari BMKG, puluhan gempa susulan memang tetap terus terjadi, nan semakin memicu ilmu jiwa massa untuk terus berjaga-jaga.

Meski kepanikan penduduk tak terbendung, pihak berkuasa dan kepolisian setempat mulai turun ke beberapa titik SPBU untuk mengatur lampau lintas dan menertibkan antrean agar tidak terjadi gesekan antar-pengendara.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying nan berlebihan, dan tidak mudah termakan isu-isu hoaks mengenai kelangkaan BBM, lantaran pihak Pertamina memastikan bahwa pasokan dan stok bahan bakar untuk wilayah Palu dan sekitarnya saat ini tetap dalam kondisi kondusif dan mencukupi. (TB/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia