Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Juda Agung, berbareng Direktur Jenderal Perbendaharaan Prancis, Bertrand Dumont, memimpin penyelenggaraan The 1st High-Level Economic Dialogue (HLED) Indonesia-Prancis nan berjalan di Paris, Prancis, pada Selasa (2/6/2026).
Juda menuturkan perbincangan ekonomi tingkat tinggi perdana ini menjadi tonggak krusial dalam penguatan kemitraan strategis kedua negara, khususnya di bagian ekonomi dan keuangan.
Menurut Juda, penyelenggaraan HLED pertama ini merupakan tindak lanjut dari semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Prancis, termasuk pasca kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Prancis pada 28 Mei 2026.
Forum tersebut menjadi wadah strategis bagi kedua negara untuk berganti pandangan mengenai perkembangan ekonomi global, memperkuat kerja sama ekonomi, serta menjajaki beragam kesempatan kerjasama nan saling menguntungkan.
"Dalam perbincangan tersebut, Indonesia dan Prancis membahas beragam rumor strategis, antara lain prospek ekonomi kedua negara di tengah meningkatnya ketidakpastian dan dinamika ekonomi dunia nan berkembang pesat," kata Juda dalam pernyataan resmi, Rabu (3/6/2026).
Kedua pihak juga berganti pandangan mengenai prioritas berbareng dalam kerja sama multilateral, termasuk penguatan tata kelola dunia serta pembiayaan pembangunan rantai pasok mineral kritis (critical minerals supply chain) nan berkelanjutan.
Selain itu, pembahasan turut mencakup beragam instrumen pembiayaan ekspor nan ditawarkan Prancis untuk mendukung penguatan hubungan ekonomi kedua negara, sekaligus mendorong peningkatan kerja sama pada sektor-sektor prioritas nan mempunyai potensi besar untuk dikembangkan bersama.
Sebagai personil G20 dan salah satu pendiri Uni Eropa, Prancis merupakan salah satu kekuatan ekonomi utama di Eropa sekaligus mitra strategis krusial bagi Indonesia.
"Kuatnya hubungan ekonomi bilateral kedua negara tercermin dari posisi Prancis sebagai penanammodal terbesar kedua dari area Eropa di Indonesia," ujar Juda.
Ke depan, dia menegaskan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Prancis diperkirakan bakal terus berkembang seiring dengan meningkatnya kerja sama investasi dan perdagangan.
Prospek tersebut semakin diperkuat oleh tercapainya kesepakatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa pada September 2025 nan diharapkan dapat membuka akses pasar nan lebih luas serta meningkatkan arus perdagangan dan investasi kedua belah pihak.
Penguatan hubungan ekonomi ini sejalan dengan komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk terus mempererat kemitraan strategis kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia dan Prancis menegaskan komitmen berbareng untuk terus memperkuat pertukaran pandangan dan kerja sama dalam kerangka HLED.
"Kedua pihak juga menyampaikan angan agar perbincangan ekonomi tingkat tinggi ini dapat menjadi platform nan berkepanjangan dalam mendukung hubungan ekonomi bilateral nan semakin erat dan produktif, serta menantikan penyelenggaraan HLED kedua dalam waktu dekat," paparnya.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·