Ribuan penduduk Belfast turun ke jalan dalam tindakan "Together Against Hate" setelah kerusuhan rasis melanda kota. Simak selengkapnya di sini!(Media Sosial X)
RIBUAN orang berkumpul di depan Balai Kota Belfast pada Sabtu waktu setempat untuk mengikuti tindakan demonstrasi anti-rasisme. Langkah ini diambil setelah gelombang kekerasan melanda kota tersebut sepanjang pekan, nan berujung pada perusakan rumah, toko, hingga kendaraan warga.
Kerusuhan tersebut awalnya dipicu oleh rekaman video tindakan penusukan di Belfast Utara pada Senin malam nan viral di media sosial. Korban menderita luka serius, dan seorang laki-laki berumur 30 tahun asal Sudan berjulukan Hadi Alodid telah diajukan ke pengadilan atas tuduhan percobaan pembunuhan. Sayangnya, kejadian ini dimanfaatkan golongan bermasker untuk memicu kerusuhan rasis di beberapa titik kota, hingga memaksa sekolah serta toko tutup lebih awal.
Menanggapi ketegangan tersebut, golongan United Against Racism mengorganisasi tindakan tenteram berjudul "Together Against Hate" (Bersama Melawan Kebencian). Pihak penyelenggara menyatakan tindakan ini dihadiri hingga 20.000 orang. Massa membawa spanduk bertuliskan "Lawan Balik Rasisme", "Pengungsi Selamat Datang", dan "Kerusuhan Tidak Mewakili Belfast". Aksi serupa juga berjalan di Guildhall, Londonderry.
'Seluruh Dunia Menyaksikan Belfast dengan Ngeri'
Aksi demonstrasi dimulai dengan yel-yel massa nan menyuarakan penerimaan terhadap pengungsi. Ketua United Against Racism Belfast, Ivanka Antova, mengecam keras kerusuhan nan sempat memaksa sejumlah family dan anak-anak mengungsi dari rumah mereka demi keselamatan.
"Minggu ini kita menyaksikan sesuatu nan tidak bakal pernah kita lupakan. Adegan family dan anak-anak mini nan melarikan diri dari rumah mereka dalam ketakutan," ujar Antova.
"Seluruh bumi menyaksikan Belfast dengan ngeri. Tidak ada nan sah dari pogrom rasis, dan rasisme tidak mempunyai tempat di kota kami," tegasnya.
Perwakilan serikat pekerja, Carmel Gates, juga menyampaikan pesan kuat kepada golongan sayap kanan penentang imigran.
"Pesan saya kepada sayap kanan adalah 'keluar dari organisasi kami'. Kami tidak bakal mendukung Anda di organisasi kami. Kita sudah cukup mengalami perpecahan di organisasi ini, kita sudah cukup mengalami sektarianisme dan kita tidak bakal menoleransi rasisme," kata Gates.
Sejauh ini, pihak kepolisian Belfast telah menahan 23 orang mengenai kerusuhan, di mana 17 di antaranya sudah mulai diajukan ke pengadilan.
Angin Segar dan Rasa Aman bagi Minoritas
Bagi organisasi minoritas, tindakan tenteram ini memberikan rasa kondusif nan sangat mereka butuhkan di tengah intimidasi nan sempat terjadi. Manal Mahdi, seorang penduduk asal Sudan nan sudah menetap selama 10 tahun di Irlandia Utara, mengaku sempat takut untuk keluar rumah setelah kerusuhan pecah.
"Aksi ini memberikan agunan nan saya harapkan, dan saya tidak lagi merasa ditolak di organisasi ini. Awalnya saya takut, tetapi sekarang saya merasa kondusif di tengah kerumunan besar nan menghargai kami," tutur Mahdi.
Senada dengan Mahdi, Raied Al-Wazzan dari Belfast Islamic Center menyatakan bahwa Belfast nan sebenarnya adalah kota nan penuh toleransi dan gotong royong, seperti nan terlihat pada tindakan saling bantu antar-tetangga setelah kerusuhan mereda. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·