Wataru Endo Pensiun Mendadak dari Timnas Jepang, Hajime Moriyasu Minta Maaf Sambil Menangis

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wataru Endo Pensiun Mendadak dari Timnas Jepang, Hajime Moriyasu Minta Maaf Sambil Menangis Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, meminta maaf secara emosional setelah mencoret kapten Wataru Endo dari skuad Piala Dunia 2026 hingga memicu keputusan pensiun.(AFP)

PELATIH Tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, menyampaikan permohonan maaf nan sangat emosional setelah keputusan mengejutkannya berujung pada berakhirnya mimpi Piala Dunia sang kapten, Wataru Endo. Gelandang asal Liverpool tersebut secara mendadak mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional setelah dicoret dari skuad akibat cedera.

Endo mengumumkan keputusan gantung sepatu dari timnas pada Kamis, setelah dirinya dipastikan kandas pulih tepat waktu dari cedera kaki. Padahal, Jepang bakal segera melakoni laga pembuka Grup F melawan Belanda di Dallas pada Minggu.

Moriyasu menegaskan keputusan untuk tidak melibatkan pemain berumur 33 tahun tersebut murni merupakan pilihannya demi kebaikan tim. Endo menutup pekerjaan internasionalnya dengan catatan 73 caps dan empat gol sejak debutnya pada 2015.

"Pada akhirnya saya memandang apakah dia bisa tampil alias tidak, dan tetap berada di dalam tim alias tidak. Akulah nan membikin keputusan akhir," ujar Moriyasu dengan penuh emosi kepada wartawan di stadion ber-AC nan juga markas tim NFL Dallas Cowboys tersebut.

Moriyasu mengaku merasa sangat bersalah saat kudu menyampaikan keputusan berat tersebut langsung kepada sang kapten.

"Ketika saya menyampaikan pesan itu kepada Wataru... Saya merasa sangat bersalah kudu menyampaikan pesan seperti itu kepadanya. Tentu saja mustahil untuk mengetahui secara pasti gimana perasaannya alias mengetahui apa nan dipikirkannya, tetapi dia sangat pengertian dan penuh rasa hormat," ungkap Moriyasu.

"Tentu saja dia terluka. Anggota family dan semua orang nan dia cintai, apalagi para suporter alias orang lain nan mendukungnya... mereka juga terluka. Saya betul-betul mau meminta maaf nan sebesarnya secara pribadi kepada mereka. Demi tim dan juga demi negara, keputusan itu kudu diambil. Itu keputusan nan sulit," tambahnya.

Jepang sendiri digadang-gadang menjadi tim kuda hitam nan bisa melangkah jauh di Piala Dunia kali ini, menyusul kemenangan impresif atas Inggris di Wembley dalam laga uji coba menjelang turnamen. Moriyasu pun meminta anak asuhnya untuk tidak terpuruk, meskipun mereka kudu kehilangan Endo dan winger Brighton, Kaoru Mitoma, nan juga mengalami cedera.

"Ketika perihal nan tidak terduga terjadi, kita kudu memastikan bahwa kita tidak terlalu kecewa alias terkejut," kata pembimbing nan sukses menumbangkan Spanyol dan Jerman di Piala Dunia 2022 lampau itu.

"Kita bisa saja dianggap sebagai kuda hitam, tetapi untuk melakukan itu, kita kudu keluar dari cangkang tempat kita berlindung dan mencoba melangkah hingga pemisah kemampuan," pungkas Moriyasu. Selain Jepang dan Belanda, Grup F juga dihuni oleh Tunisia dan Swedia. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia