Pasar Properti Makin Selektif, Akses Hunian dan Pembiayaan Jadi Kunci

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Pasar Properti Makin Selektif, Akses Hunian dan Pembiayaan Jadi Kunci Ilustrasi(Dok Istimewa)

AKSES masyarakat terhadap hunian berbobot dan pembiayaan nan terjangkau tetap menjadi salah satu tantangan dan kesempatan besar bagi industri properti nasional.

Di tengah pasar nan semakin selektif, developer dituntut tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga menghadirkan area kediaman nan bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup.
Sales & Marketing Director Alam Sutera Group Lilia S Sukotjo mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap kediaman tetap besar. Namun, kondisi pasar saat ini membikin konsumen makin jeli dalam menentukan pilihan sehingga developer perlu menghadirkan produk nan mempunyai nilai, kualitas, dan faedah jangka panjang.

“Market saat ini memang selektif, tetapi tetap positif. Semua orang bisa membikin produk, tetapi produk nan bisa masuk ke hati masyarakat dan betul-betul menjawab kebutuhan mereka, itu nan kudu bisa kami hadirkan,” kata Lilia dalam aktivitas Alam Sutera Group Expo 2026 di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, kediaman saat ini tidak lagi sekadar dipandang sebagai gedung tempat tinggal, melainkan bagian dari sebuah siklus kehidupan masyarakat. Kawasan kediaman ideal kudu bisa mendukung beragam kebutuhan, mulai dari tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, aktivitas sosial, hingga ruang untuk menjalankan style hidup nan lebih sehat.

“Yang kami coba ciptakan adalah sebuah cycle of life. Orang tinggal di sana, kemudian gimana sekolahnya, gimana berobat, gimana aktivitas sehari-harinya, semuanya menjadi satu ekosistem,” ujarnya.
Lilia mengatakan konsep tersebut menjadi bagian dari perjalanan Alam Sutera Group selama 32 tahun dalam mengembangkan area kediaman dan komersial terpadu di Indonesia. Melalui Alam Sutera Group Expo 2026, perusahaan menghadirkan beragam pilihan properti dan solusi pembiayaan bagi masyarakat.

Pameran nan berjalan pada 8-13 September 2026 di Main Atrium 2 Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, itu mengusung tema The Garden of Opportunities. Tema tersebut menggambarkan beragam kesempatan nan ditawarkan kepada masyarakat untuk menemukan kediaman dan investasi properti sesuai kebutuhan dan keahlian finansial.

“Harapannya, siapa pun bisa datang dan memandang produk-produk nan kami miliki. Kami mau memberikan beragam pilihan, lantaran setiap orang punya kebutuhan dan tujuan hidup berbeda,” kata Lilia.

Dalam pameran tersebut, masyarakat dapat memilih beragam produk di bawah Alam Sutera Group dengan rentang nilai mulai sekitar Rp500 juta hingga puluhan miliar rupiah. Produk nan ditawarkan mencakup kediaman tapak, apartemen, area komersial, dan beragam proyek pengembangan lainnya.

Menurut Lilia, keberagaman pilihan jadi krusial lantaran pasar properti Indonesia mempunyai karakter konsumen nan beragam. Pengembang tidak bisa hanya menawarkan satu jenis produk, tapi kudu bisa menghadirkan solusi nan sesuai kebutuhan masyarakat di beragam tahap kehidupan.
Untuk mendukung akses kepemilikan hunian, Alam Sutera Group juga menggandeng sejumlah bank nasional, antara lain BCA, Bank Mandiri, BSI, CIMB Niaga, BRI, dan Bank Danamon. Kolaborasi tersebut menawarkan sejumlah skema pembiayaan, termasuk suku kembang unik mulai dari 3,3%, bebas biaya manajemen dan provisi, serta beragam untung lainnya.

Lilia menilai peran perbankan sangat krusial dalam menjaga akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah. Dukungan pembiayaan jadi salah satu aspek nan memungkinkan masyarakat khususnya generasi produktif, dapat merencanakan pembelian kediaman sesuai keahlian finansial mereka.
“Pembiayaan dari perbankan sangat penting. Karena itu kami terus bekerja sama dengan beragam bank untuk memberikan struktur pembayaran nan sesuai dan membantu masyarakat mempunyai properti,” ujarnya.

Selain menawarkan solusi pembiayaan, Alam Sutera Group Expo 2026 juga memberikan beragam promo, mulai dari potongan nilai hingga 20% untuk unit pilihan, cashback hingga 5%, voucher perjalanan hingga Rp20 juta, dan voucher menginap di sejumlah hotel.

Lilia mengatakan promo itu dirancang guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat nan membeli properti selama pameran. Namun, menurut daya tarik utama tetap terletak pada mutu produk dan area nan ditawarkan.
Pameran kali ini juga dikemas sebagai platform pengalaman, bukan hanya tempat transaksi properti. Selama enam hari, visitor bisa mengikuti beragam talkshow, workshop, dan aktivitas family nan mengangkat tema hunian, pembiayaan, style hidup sehat, hiasan rumah, hingga musik.

“Ini bukan hanya expo untuk menjual properti. Kami mau menjadikannya full experience. Masyarakat bisa datang berbareng keluarga, mendapatkan informasi, mengikuti aktivitas, dan mencari produk nan sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Lilia.

Ia berambisi pengembangan sektor properti ke depan kian bisa menjawab kebutuhan masyarakat terhadap kualitas hidup nan lebih baik. Menurut dia, keberhasilan sebuah area tidak hanya diukur dari jumlah unit nan terjual, tetapi juga dari keahlian menciptakan lingkungan nan membikin penghuninya merasa nyaman, aman, dan bahagia.

“Harapan kami sederhana, masyarakat bisa hidup dengan baik, bahagia, dan mempunyai lingkungan nan mendukung kehidupan mereka. Karena pada akhirnya, kekayaan bukan hanya soal uang, tetapi juga keluarga, kesehatan, kebersamaan, dan kualitas hidup,” pungkas Lilia. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia