Tangguh Yudha
, Jurnalis-Minggu, 01 Februari 2026 |20:30 WIB

CEO Danantara Rosan (Foto: Okezone)
JAKARTA - CEO Danantara Indonesia nan juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani menyatakan pasar modal Indonesia mencatat pertumbuhan nan sangat pesat dan sekarang menjadi nan terbesar di area ASEAN.
Namun begitu, dia menegaskan bahwa ke depan konsentrasi utama bukan hanya pada ukuran dan pertumbuhan, melainkan pada kualitas, transparansi, dan akuntabilitas pasar guna memastikan pasar modal terus berkembang dan mempunyai akibat positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
"Indonesia menjadi pasar modal nan terbesar di region di ASEAN ini. Tapi tentunya nan paling krusial adalah di tahap berikutnya gimana kita memastikan pasar modal kita ini terus berkembang tapi dengan standar kualitas nan baik, nan mempunyai akibat positif," kata Rosan dalam konvensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (1/2/2026).
Rosan menilai, pasar modal nan kuat dan terpercaya menjadi parameter krusial bagi masuknya investasi asing langsung alias foreign direct investment (FDI). Pasalnya, kepercayaan terhadap pasar modal menjadi pintu awal sebelum penanammodal asing menanamkan modal jangka panjang di suatu negara.
"Tentunya kepercayaan kepada pasar modal kita itu menjadi kunci utama dalam kita mau mendapatkan investasi langsung nan tentunya bakal berakibat positif terhadap perekonomian kita. Karena kontribusinya terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia kurang lebih 28-29 persen dari pertumbuhan kita nan selama ini terjaga diatas 5 persen," lanjutnya.
Dia menambahkan, selain konsumsi domestik nan menyumbang sekitar 53-54 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi menjadi pilar kedua nan kudu terus dijaga melalui pasar modal nan sehat.
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·