Dinas Perhubungan DKI Jakarta menggelar Operasi Penertiban Parkir Liar. Penertiban dilakukan lantaran parkir liar menjadi salah satu masalah nan paling banyak dilaporkan warga.
Apel penertiban parkir liar dipimpin Kadishub Budi Awaluddin di sisi selatan Monas, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026). Dia menyebut parkir liar dan ahli parkir liar menjadi masalah terbanyak kedua nan dilaporkan warga.
"Berdasarkan info CRM, terdapat 3.246 laporan masyarakat mengenai parkir liar dan menduduki urutan kedua dari laporan masyarakat. Laporan pertamanya adalah ialah mengenai persoalan jalan dengan jumlah laporan sebanyak 5.246," kata Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan ada 600 personel campuran nan dikerahkan untuk menertibkan parkir liar. Dia menyebut penertiban bakal dilakukan di seluruh wilayah Jakarta.
"Hari ini Pemprov DKI Jakarta mengerahkan 600 personel campuran nan terdiri dari 200 jejeran Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, 200 jejeran Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta, 100 dari Dinas Sosial, dan 100 dari jejeran TNI dan Polri, dan kita juga ditambah dengan pasukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan juga Dinas Tenaga Kerja," katanya.
Budi mengatakan ada 10 mobil derek nan dikerahkan untuk penertiban. Menurutnya, ada 15 titik prioritas penertiban.
"Penertiban dilakukan melalui OCP, Operasi Cabut Pentil, penderekan, dan penertiban ahli parkir liar. Fokus kita penertiban dilakukan pada 15 titik prioritas di lima wilayah Kota Administrasi Jakarta yaitu: Jakarta Barat: Cengkareng, Kalideres, Kembangan," ucapnya.
"Jakarta Pusat: Kebon Sirih, Wahid Hasyim, Thamrin City. Jakarta Selatan: Kasablanka, Rasuna Said, Dr Satrio. Jakarta Utara: Kelapa Gading, Pademangan, Pluit. Jakarta Timur: Jatinegara Timur, Jatinegara Barat, dan Stasiun Jatinegara," sambungnya.
(tsy/haf)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·