Parfum Berevolusi Jadi Aksesori, dari Scrunchie hingga Bag Charm

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Parfum Berevolusi Jadi Aksesori, dari Scrunchie hingga Bag Charm. Foto: IG @tamburinsofficial

Parfum selama ini lekat dengan botol sebagai corak utama untuk menyimpan dan menggunakan wewangian. Namun, belakangan fragrance mulai datang dalam corak nan lebih dekat dengan barang sehari-hari, mulai dari scrunchie, bag charm, gelang, hingga aksesori lainnya. Perubahan ini membikin fragrance tidak hanya menjadi sesuatu nan disemprotkan ke tubuh, tetapi juga bagian dari aksesori dan individual style.

Salah satu brand nan ikut mengeksplorasi corak baru fragrance adalah Tamburins. Pada 16 Juli 2026, brand asal Korea Selatan tersebut memperbarui flagship store-nya di Shanghai dengan mengangkat Hair Collection. Koleksi ini memperkenalkan aroma baru, Summer Tails, dalam corak hair perfume, hair oil, dan 20 kreasi scrunchie.

Scrunchie tersebut membawa aroma lily of the valley, geranium, cedarwood, dan patchouli nan perlahan tercium ketika rambut bergerak. Sementara itu, hair perfume dan hair oil tersedia dalam tiga aroma lain nan sebelumnya sudah ada dalam lini Tamburins.

Masuknya fragrance ke aksesori juga mempunyai pertimbangan bisnis. Satu botol minyak wangi bisa digunakan selama berbulan-bulan, apalagi hingga satu tahun. Sementara itu, aksesori seperti scrunchie alias bag charm condong lebih mudah dibeli, diganti, dan dikoleksi. Satu aroma pun bisa dikembangkan ke dalam beragam bentuk, ukuran, material, serta rentang harga.

Tamburins bukan satu-satunya brand nan mengeksplorasi format tersebut. Pada November 2025, brand asal China Documents merilis bag charm nan memadukan minyak wangi 5 ml dengan pengait logam, tali kulit, dan manik-manik kayu. Empat aroma khasnya dipasangkan dengan simpul tradisional China nan mempunyai makna seperti umur panjang, pemenuhan harapan, dan kebersamaan.

Sementara itu, Pop Mart memasukkan aroma buah ke dalam plush charm Baby Molly. Dalam produk tersebut, karakter menjadi daya tarik utama, sementara aroma memberikan pengalaman tambahan bagi penggunanya.

Tren Baru dengan Akar nan Sudah Lama

Parfum Berevolusi Jadi Aksesori, dari Scrunchie hingga Bag Charm. Foto: IG @diptyque

Konsep aksesori beraroma sebenarnya bukan perihal nan sepenuhnya baru. Pada 2019, Diptyque pernah meluncurkan Prêts-à-Parfumer, nan terdiri dari gelang anyaman beraroma, bros berbentuk burung dengan cakram keramik nan dapat diganti, hingga stiker nan bisa ditempelkan pada kulit.

Hal nan berbeda berbeda adalah konteksnya. Saat itu, tren bag charm, aksesori berlapis, dan beragam beauty objects belum sekuat sekarang. Kini, aksesori semakin sering menjadi bagian dari langkah seseorang melengkapi penampilan dan menampilkan individual style, termasuk melalui media sosial.

Penggunaan barang untuk membawa aroma juga mempunyai sejarah panjang dalam budaya China. Jauh sebelum fragrance modern datang dalam corak botol, masyarakat China telah menggunakan sachet, incense plaque, gelang agarwood, hingga ornamen sandalwood untuk membawa wewangian melalui pakaian, panas tubuh, dan sentuhan.

Tradisi tersebut sekarang berjumpa dengan tren aksesori modern. Di Beijing, gelang manik-manik beraroma osmanthus dari Baita Temple Pharmacy seharga 169 RMB dilaporkan menjadi salah satu produk terlaris, dengan sekitar 50 buah per batch nan lenyap dalam dua hingga tiga hari.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan