ParagonCorp-BRIN Kembangkan Kapabilitas Inovasi Berbasis Sains RI

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

Penguatan penemuan memerlukan lebih dari sekadar teknologi dan akomodasi penelitian. Kemampuan untuk membangun pengetahuan, menguji beragam kemungkinan, serta menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan industri menjadi bagian krusial dalam menciptakan penemuan nan relevan dan berkelanjutan.

Berangkat dari perihal tersebut, ParagonCorp dan Pusat Riset Mikrobiologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kerjasama penelitian melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang riset, pengembangan, dan pemanfaatan mikroalga sebagai bahan baku industri kosmetik di ParagonCorp Head Office, Jakarta Selatan.

Bagi ParagonCorp, pengembangan penemuan berbasis sains merupakan proses nan tidak berakhir pada menghasilkan produk alias teknologi baru. Proses tersebut juga mencakup keahlian untuk mengusulkan pertanyaan ilmiah, membangun pengetahuan, mengeksplorasi beragam kemungkinan, serta menguji dan mengevaluasi temuan secara sistematis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, kerjasama dengan lembaga riset nasional menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif sekaligus memperkuat kapabilitas Research and Development (R&D).

"Bagi ParagonCorp, penemuan berbasis sains dibangun dari keahlian untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan. Kolaborasi dengan BRIN memberikan ruang bagi tim industri dan peneliti untuk saling berganti perspektif, memperkaya langkah pandang terhadap proses penelitian, sekaligus membangun kapabilitas nan dapat mendukung pengembangan penemuan di masa depan," ujar Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp dr Sari Chairunnisa, SpDVE, FINSDV, dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

ParagonCorp-BRIN Kembangkan Kapabilitas Inovasi Berbasis Sains RIFoto: ParagonCorp

Dalam kerja sama ini, kedua pihak membawa kompetensi nan saling melengkapi. BRIN mempunyai kompetensi dalam bioprospeksi dan pengembangan mikroalga, sementara ParagonCorp mempunyai pengalaman dalam mengevaluasi bahan baku serta mengaplikasikannya untuk kebutuhan industri kosmetik.

Pertemuan kedua kapabilitas tersebut menciptakan ruang kerjasama nan memungkinkan proses penelitian dilakukan dengan perspektif ilmiah sekaligus mempertimbangkan kebutuhan dan konteks penerapan di industri.

Kolaborasi tersebut juga menjadi ruang terjadinya knowledge exchange secara dua arah. Bagi industri, keterlibatan dengan lembaga penelitian dapat memperluas pemahaman mengenai pendekatan, metode, dan proses ilmiah. Sementara bagi peneliti, kerjasama dengan industri memberikan perspektif mengenai kebutuhan, tantangan, serta konteks penerapan pengetahuan dalam bumi nyata.

"Kolaborasi antara lembaga riset dan industri memberikan ruang bagi kedua pihak untuk saling memperkaya perspektif. Peneliti dapat memahami kebutuhan dan tantangan di industri, sementara industri dapat memperoleh perspektif ilmiah nan lebih mendalam," ujar Senior Researcher BRIN Rahmania Admirasari.

"Pertukaran pengetahuan seperti ini krusial untuk membangun ekosistem riset nan lebih terbuka dan kolaboratif," sambungnya.
image.jpeg

ParagonCorp-BRIN Kembangkan Kapabilitas Inovasi Berbasis Sains RIFoto: ParagonCorp

Salah satu penerapan awal dari kerjasama tersebut adalah penelitian mengenai mikroalga lokal Indonesia sebagai potensi bahan baku industri kosmetik. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses penelitian untuk memperoleh pemahaman nan lebih komprehensif sekaligus mengidentifikasi kandidat nan berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku industri kosmetik.

Lebih dari sekadar menjalankan satu proyek penelitian, kerjasama ini menjadi bagian dari upaya membangun kapabilitas riset nan menghubungkan proses discovery dengan kebutuhan industri.

Melalui hubungan antara peneliti dan praktisi industri, pengetahuan nan dihasilkan dapat terus dikembangkan dengan mempertimbangkan kesempatan pemanfaatannya, tanpa mengesampingkan proses ilmiah nan diperlukan untuk memvalidasi setiap temuan.

"Kolaborasi riset dengan industri diperlukan untuk memperkuat jembatan antara bumi discovery dan bumi industri. Karena itu, kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi menjadi langkah awal untuk mempertemukan kekuatan riset, sumber daya manusia, pengetahuan, fasilitas, bahan, serta keahlian teknologi nan dimiliki kedua pihak," ujar Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN Dr Ahmad Fathoni.

Dari kerjasama ini, kedua pihak juga membuka kesempatan untuk menghasilkan scientific knowledge nan lebih mendalam mengenai mikroalga lokal, kandidat bahan baku bagi industri kosmetik, serta luaran penelitian lainnya, termasuk kesempatan publikasi dan paten bersama.
Setiap luaran tersebut bakal menjadi bagian dari proses pengembangan pengetahuan dan kapabilitas penemuan nan dilakukan secara berjenjang berasas hasil penelitian.

Kolaborasi ParagonCorp dan BRIN menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekosistem riset dan penemuan nan mempertemukan kelebihan lembaga penelitian dengan kebutuhan industri. Dengan membangun ruang kerjasama nan memungkinkan pengetahuan dan perspektif saling bertemu, kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sumber daya hayati Indonesia menjadi pengetahuan dan penemuan nan mempunyai nilai tambah.

Sejalan dengan semangat 'purposeful beauty tech company', ParagonCorp dan BRIN percaya keahlian Indonesia untuk menciptakan penemuan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar sumber daya nan dimiliki, tetapi juga oleh keahlian untuk memahami, mengembangkan, serta mengubahnya menjadi pengetahuan melalui kerjasama berbasis sains.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News