Lebih lanjut, Wapres memaparkan bahwa upaya penguatan komoditas lokal di bumi Papua sebenarnya sudah melangkah cukup lama.
Gerakan ini tidak hanya dimotori oleh jejeran birokrasi, melainkan juga didorong kuat oleh organisasi nan bergerak aktif di akar rumput, termasuk peranan dari organisasi gereja di wilayah Asmat.
"Ini tugas pemerintah untuk mengamplifikasi dan mungkin kita replikasi di daerah-daerah lain," urai Gibran menjelaskan sasaran jangka panjangnya.
Dalam agenda peninjauan ke Sekolah Lapang Sagu tersebut, Wapres menyaksikan langsung secara dekat gimana proses pembuatan sagu tradisional nan dilakukan oleh personil masyarakat budaya Suku Asmat.
Tak hanya memantau ketahanan pangan, di sela kunjungan Gibran juga menyempatkan diri membagikan peralatan sekolah baru kepada anak-anak setempat.
Sebagai informasi, area Sekolah Lapang Sagu Asmat saat ini mempunyai bentangan luas sekitar enam hektare. Lahan produktif ini dikelola secara terpadu melalui kerja sama sinergis antara pihak Keuskupan Agats dengan pemerintah wilayah setempat.
Selain difungsikan sebagai pusat pembelajaran dan budi daya, letak ini ke depan diproyeksikan menjadi pusat pengolahan produk turunan sagu nan bisa memberikan nilai tambah ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·