
Persebaya Surabaya siap musuh Persijap Jepara. (Foto: Instagram/officialpersebaya)
SURABAYA - Ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dipastikan tidak bakal menyurutkan ambisi Persebaya Surabaya untuk melakukan pertimbangan besar-besaran demi memperbaiki posisi di klasemen Super League 2025-2026. Skuad berjuluk Bajul Ijo ini berkeinginan menjadikan momentum bulan suci sebagai arena berbenah diri agar segera kembali ke jalur kemenangan dan bangkit dari tren negatif.
Tekanan untuk berbenah ini muncul setelah Persebaya menelan kekalahan tipis 1-2 dari Bhayangkara FC pada pekan lalu. Hasil mengecewakan di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) tersebut menjadi sinyal kuat bahwa ada celah nan kudu segera ditambal oleh tim pelatih.
Kiper jagoan Persebaya, Andhika Ramadhani, menegaskan bahwa seluruh pemain siap menjalankan program latihan unik nan telah disusun tim pembimbing selama bulan Ramadhan. Fokus utama mereka saat ini adalah memperbaiki kelemahan-kelemahan mencolok nan terlihat pada pertandingan sebelumnya.
1. Adaptasi Intensitas Latihan Selama Ramadhan
"Kami mengikuti pengarahan pembimbing saja. Kalau di bulan biasa mungkin intensitas latihan lebih tinggi dibanding bulan Ramadhan," ucap Andhika Ramadhani dilansir dari laman i.League, Kamis (19/2/2026).
Persebaya Surabaya vs Dewa United. (Foto: Instagram/officialpersebaya)
"Di bulan puasa juga tidak memungkinkan latihan dengan intensitas tinggi, selain jika latihan malam seperti tahun-tahun sebelumnya," tambahnya.
Penjaga gawang original Surabaya itu menjelaskan bahwa berlatih dalam kondisi berpuasa bukanlah pengalaman baru bagi para pemain lokal. Karena itu, dia menjamin rekan-rekannya tetap bisa menikmati setiap menu latihan nan diberikan tanpa merasa terbebani secara fisik.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·