Pangeran Palsu Bikin Gaduh

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Rusia pada masa pemerintahan Tsar pernah dipimpin oleh pangeran tiruan alias Dmitry Palsu. Pernah ada laki-laki nan mengaku sebagai Dmitry Ivanovich, putra dari Tsar Ivan IV. Kemudian, muncul juga pangeran-pangeran tiruan lainnya.

Dikutip dari laman Encyclopedia Britannica, setelah Fyodor I (1584-1598), tsar terakhir dinasti Rurik, meninggal dan kerabat iparnya Boris Godunov menggantikannya. Dmitry Palsu pertama muncul dan menantang kewenangan Godunov atas takhta tersebut.

Penuntut pertama atas takhta, menurut para sejarawan, berjulukan original Grigory (Yury) Bogdanovich Otrepyev. Dia seorang personil bangsawan. Ia menyatakan sebagai Pangeran Dmitry saat tinggal di Moskow (1601-1602).

Namun, ketika dia diancam bakal diasingkan, dia melarikan diri ke Lithuani. Kemudian pada tahun 1603 dia mulai menggalang support untuk kampanye merebut takhta Moskow.

Dibantu oleh bangsawan Lithuania dan Polandia, serta oleh para Yesuit, Dmitry Palsu mengumpulkan pasukan Cossack untuk menyerbu Rusia pada musim gugur tahun 1604.

Pasukannya dikalahkan pasukan militer, tetapi dia menarik pengikut di seluruh Rusia selatan. Ketika Tsar Boris tiba-tiba meninggal pada April 1605, tentara pemerintah mengalihkan dukungannya kepada sang penipu itu. Dmitry Palsu kemudian merasa menang. Dia memasuki Moskow pada Juni 1605 dan diproklamirkan sebagai tsar.

Namun, Dmitry Palsu justru mengecewakan para pendukungnya lantaran kandas mematuhi tradisi dan budaya istiadat istana Moskow. Dmitry Palsu ini memihak orang Polandia nan menjadi pengikutnya dan menikahi putri bangsawan Polandia, Marina Mniszek.

Pada Mei 1606, Vasily Shuysky, salah satu bangsawan nan telah berbalik melawannya, memimpin kudeta. Shuysky membunuh Dmitry Palsu pertama dan menggantikannya sebagai tsar.

Rumor menyebar bahwa Dmitry selamat dari kudeta. Lalu pada Agustus 1607 seorang penipu lain muncul di Starodub nan mengaku sebagai tsar nan baru saja digulingkan. Meskipun Dmitry Palsu kedua tidak mempunyai kemiripan bentuk dengan nan pertama, dia mengumpulkan banyak pengikut di antara Cossack, Polandia, Lituania, dan pemberontak nan telah bangkit melawan Shuysky.

Ia menguasai Rusia selatan, bergerak menuju Moskow, dan mendirikan markas besarnya.

Dmitry Palsu kedua ini mengirim pasukannya untuk menghancurkan Rusia utara dan berupaya memegang kekuasaan nan menyaingi Shuysky. Namun, pada musim semi 1610, Shuysky, dibantu oleh pasukan Swedia, mengusir si pangeran palsu. Dmitry Palsu kedua terus memperebutkan takhta Moskow hingga salah satu pengikutnya melukainya hingga tewas pada Desember 1610.

Pada Maret 1611, muncul Dmitry Palsu ketiga, nan diidentifikasi sebagai seorang berjulukan Sidorka, muncul di Ivangorod. Pada Mei 1612 dia dikhianati dan kemudian dieksekusi di Moskow.

(rdp/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News