PELAKSANA Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj dan Umrah DIY, Silvia Rosetti melaporkan perkembangan kepulangan jamaah haji via embarkasi YIA kepada Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam VIII.(Dok. Istimewa)
WAKIL Gubernur DIY KGPAA Paku Alam VIII mengusulkan seluruh jamaah haji asal DIY menggunakan e-paspor untuk mempercepat pelayanan imigrasi. Usulan itu disampaikan saat menerima laporan perkembangan kepulangan jamaah haji via embarkasi YIA dari Plt Kepala Kanwil Kemenhaj dan Umrah DIY Silvia Rosetti di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (25/06).
Sri Paduka menyampaikan apresiasi lantaran DIY mendapat kesempatan menjadi wilayah percontohan dalam penyelenggaraan embarkasi berbasis hotel. Namun, dia menilai penemuan pelayanan haji perlu terus diperkuat agar proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah semakin mudah.
“Saya berterima kasih lantaran DIY mendapat kesempatan menjadi pilot project (pelaksanaan embarkasi berbasis hotel). Namun ke depan, saya berambisi semakin banyak penemuan dalam pelayanan haji di DIY, misalnya jika bisa jamaah haji DIY bisa seragam pakai e-paspor,” ungkap Sri Paduka.
Menurut Sri Paduka, penggunaan e-paspor dapat mempercepat jasa imigrasi bagi jamaah, baik saat berada di Indonesia maupun ketika berada di Arab Saudi. Dengan jasa nan lebih cepat, jamaah dinilai dapat merasa lebih nyaman sekaligus menghemat waktu dalam proses perjalanan ibadah haji.
Ia juga meminta agar jejeran mengenai dapat menyusun metode pelayanan nan lebih praktis dan memberi kemudahan bagi jamaah maupun petugas. DIY, kata dia, dapat menjadi pelopor penemuan pelayanan haji meskipun belum ada petunjuk unik dari pemerintah pusat.
“Karenanya saya meminta tolong untuk bisa menciptakan metodologi nan tujuannya memberikan kemudahan pelaksanaan. Saya kira, perihal ini dapat dilakukan meski memang tidak ada petunjuk dari pusat. Justru dari DIY bisa jadi pelopor, demi kemudahan petugas dan kenyamanan jamaah,” imbuh Sri Paduka.
Selain e-paspor, Sri Paduka mengusulkan agar jamaah dibekali materi pengenalan teknologi digital dalam aktivitas sebelum keberangkatan. Materi tersebut dapat mencakup info mengenai hal-hal nan kudu dilakukan dan diperhatikan, termasuk penggunaan gelang QRIS serta kalung identitas nan tidak boleh dilepas.
Sementara itu, Plt Kepala Kanwil Kemenhaj dan Umrah DIY Silvia Rosetti melaporkan bahwa penyelenggaraan haji untuk embarkasi YIA saat ini memasuki fase kepulangan jamaah.
Silvia menyebut kepulangan 26 kloter haji debarkasi YIA telah dimulai sejak 1 Juni 2026 dan dijadwalkan berhujung pada 30 Juni 2026. (AU)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·