Jakarta, CNBC Indonesia - Tingginya nilai kendaraan di Indonesia kembali menjadi sorotan di tengah lesunya pasar otomotif nasional. Salah satu aspek utama nan disorot adalah besarnya komponen pajak dalam nilai jual kendaraan.
Kondisi ini dinilai ikut menekan daya beli masyarakat dan menghalang pertumbuhan industri otomotif dalam negeri, termasuk di era elektrifikasi.
Peneliti National Center for Sustainable Transportation Technology Institut Teknologi Bandung (NCSTT ITB) Agus Purwadi mengungkapkan bahwa struktur nilai kendaraan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh beban pajak nan tinggi.
"Kalau kita lihat nilai produk otomotif kita itu 40% nya tax ya sisanya barang," ujar Agus dalam Media Workshop Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Selasa (14/4/2026).
Kondisi tersebut membikin nilai kendaraan di Indonesia menjadi relatif lebih mahal dibandingkan dengan negara lain nan mempunyai tingkat pendapatan lebih tinggi.
"Jadi bapak bisa bayangkan gak asing ya kita orang Indonesia dengan GDP kira-kira 5000 dolar, beli mobil lebih mahal daripada orang Jepang," katanya.
Agus menilai, kendaraan semestinya menjadi perangkat produktivitas ekonomi, bukan justru menjadi beban bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa pendekatan kebijakan fiskal perlu diubah agar lebih mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kalau kita pajakin terlalu besar daya beli turun, ekonomi turun," ungkapnya.
Pemerintah perlu menggeser paradigma dari pengenaan pajak tinggi menjadi pemberian stimulus. Langkah tersebut diyakini dapat mendorong aktivitas ekonomi nan lebih luas dan meningkatkan volume produksi.
"Makanya kami mengusulkan untuk mendorong market, memang tax ini kudu dirubah menjadi stimulus ataupun insentif mindset agar ekonominya tumbuh," jelas Agus.
Ia juga menyoroti bahwa ukuran kebijakan tidak semestinya hanya berbasis persentase, melainkan nilai absolut nan berakibat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pendekatan nan keliru dapat membikin ekonomi justru tidak bergerak optimal.
"Jadi ini adalah langkah nan paling sigap untuk mendorong ekonomi agar berputar," sebutnya.
Foto: Peneliti National Center for Sustainable Transportation Technology Institut Teknologi Bandung (NCSTT ITB) Agus Purwadi dalam Media Workshop Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Selasa (14/4/2026).
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·