PAG Optimis Dorong Bisnis LNG Hub, Ini Alasannya!

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Finance and GS Director PT Perta Arun Gas (PAG), Muhammad Yudi Setiawan mengungkap bahwa kesempatan upaya perusahaan tetap sangat besar. Apalagi PAG diuntungkan dengan letak geografis nan strategis.

"PAG ada di Sumatera bagian utara, nan merupakanjalur perdagangan Selat Malaka. Selain itu, juga jalur perdagangan internasional nan padat, nan jadi untung untuk kami,"ungkap dia dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 09/09/2026).

Menurut Yudi, jalur tersebut juga cukup padat untuk mengangkut (Liquefied Natural Gas) dari Timur ke Selatan, sehingga cukup banyak nan bisa menggunakan PAG sebagai LNG Hub. Ditambah lagi, Arun juga merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan salah satu keuntungannya Tax Holiday.

"Selain itu, baru penggunaan area Pertamina untuk PAG ini baru 10-30% sehingga Masih banyak area nan bisa dimanfaatkan oleh para tenant nan mau bertransaksi di Indonesia," rinci Yudi.

Untuk diketahui, PAG terus memastikanposisinya sebagai Hub LNG (Liquefied Natural Gas) krusial di Asia melalui prasarana dan jasa regasifikasi. Fasilitas tersebut mempunyai volume pemuatan re-ekspor gas alam cair terbesar di dunia, ialah sebesar 0,85 juta ton alias 17,3% market share global.

Yudi mengungkapkan, dalam rencana upaya jangka panjang, Arun bakal menjadi dunia integrated energy hub.

"Jadi tidak hanya LNG, tetapi juga LPG, kondensat, kemudian fuel oil serta carbon capture storage itu salah satu concern kami juga," ungkap dia.

Adapun hingga 2034, PAG bakal membangun 4 tanki LNG untuk pengembangan upaya LNG hub, kemudian revitalisasi untuk tank BBM, revitalisasi tank LPG, dan rencana pembangunan akomodasi gas processing plant.

"Itu semua di tempat kami juga, dan juga ada pembangunan 2 unit tank petrochemia untuk H2 plant dan renewable," tambah Yudi.

Dia menambahkan PAG tak menutup kemungkinan melakukan pembangunan untuk tank Blue Ammonia. Rencana-rencana tersebut pun kata Yudi telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham.

"Itu secara rencana upaya ke depan sudah cukup banyak nan kita create dan itu sudah mendapat persetujuan juga dari pemegang saham kami," terang dia.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News