Liputan6.com, Jakarta - Dua petugas pemadam kebakaran (damkar) terdampak asap saat menangani kebakaran di area Batu Ceper, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Imbasnya, dua petugas itu kudu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Syarifudin mengatakan, kondisi tersebut terjadi lantaran petugas menghadapi kepulan asap cukup tebal saat berjibaku memadamkan api.
"Untuk sementara korban (jiwa) tidak ada, hanya personil kita saja nan mungkin asap cukup tebal, mereka fight, kelelahan. Akibatnya satu dibawa ke rumah sakit, satu Alhamdulillah sudah aman," kata Syarifudin di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Syarifudin menyebut bahwa kebakaran telah sukses dilokalisir. Petugas damkar sekarang tetap melakukan proses pendinginan dan penuntasan di lokasi.
“Status sudah bisa dilokalisir, tinggal pendinginan aja, penuntasan saja,” ujar dia.
Syarifudin menuturkan sebanyak 29 unit mobil damkar dengan 135 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Jumlah armada ditambah dua unit setelah terdapat indikasi api menyebar ke gedung kosong.
Dia menjelaskan bahwa proses pemadaman api menghadapi sejumlah hambatan lantaran kondisi permukiman nan padat sehingga api sigap merambat. Selain itu, sumber air berada cukup jauh dari letak kebakaran sehingga petugas kudu menggelar selang dalam jarak panjang.
“Pertama kendalanya rumah padat kediaman ya, sigap sekali perambatan. Kedua, sumber airnya jauh, jadi kita kudu gelar selang cukup jauh juga,” kata dia.
Sementara itu, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana mengatakan tidak ada korban jiwa dari masyarakat hingga proses penanganan berlangsung. Polisi mengerahkan sekitar 100 personel untuk membantu penanganan kebakaran.
“Alhamdulillah untuk korban jiwa dari masyarakat sampai hari ini belum ada,” kata Mirzal.
Mirzal mengatakan kebakaran terjadi di area Gang 7, Gang 8, dan Gang 9 Batu Ceper. Dia menuturkan gang 8 dan Gang 9 terdampak kebakaran cukup parah.
Menurut dia, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Dia mengatakan, tim identifikasi forensik alias Puslabfor bakal melakukan penyisiran setelah proses pendinginan selesai.
“Tapi tetap didalami ya masalah penyebab kebakaran lantaran api itu sangat sigap dan angin juga kencang sekali. Saat ini tim identifikasi forensik sudah standby untuk melakukan penyisiran andaikan kelak pendinginan sudah dilakukan,” kata Mirzal.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·