Jakarta -
Pemulihan pascabencana di Aceh terus dipercepat melalui mobilitas berbareng antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Hal itu menunjukkan sinergitas erat lintas sektor untuk mewujudkan ketahanan Aceh terhadap potensi musibah ke depannya.
Di Aceh Timur, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menggelar pertemuan berbareng warga, pemilik tanah, dan pihak mengenai pada beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut membahas penyelesaian manajemen pengadaan lahan untuk pembangunan huntap bagi masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Serbajadi.
Pemerintah wilayah telah menyiapkan dua letak dengan luas keseluruhan mencapai enam hektare. Huntap komunal di kedua letak tersebut direncanakan menampung masyarakat dari tiga desa di Kecamatan Serbajadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling krusial kudu dilakukan adalah menyelesaikan persoalan lahan. Harus ada kesediaan dan komitmen masyarakat agar proses pembebasan lahan bisa segera tuntas," kata Al-Farlaky dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026).
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga mempercepat kelengkapan arsip kepemilikan agar lahan berstatus jelas dan tidak menimbulkan persoalan hukum.
Setelah manajemen diselesaikan, koordinat kedua letak bakal disampaikan kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera untuk ditindaklanjuti berbareng kementerian terkait.
"Sekarang tinggal melengkapi arsip kepemilikan agar tidak menimbulkan persoalan norma di kemudian hari," ujar Al-Farlaky.
Apabila manajemen lahan dapat diselesaikan pada Agustus 2026, tim Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bakal melakukan verifikasi lapangan sebagai tahapan menuju pembangunan huntap.
"Pembangunan huntap menjadi bagian krusial dalam pemulihan pascabencana di Aceh. Satgas PRR mencatat, ada 4 kabupaten/kota terdampak musibah di Aceh dengan kebutuhan huntap tertinggi, diantaranya Gayo Lues (2.454 unit), Aceh Tamiang (2.212 unit), Aceh Utara (708 unit), dan Aceh Tengah (533 unit)," tutupnya.
(anl/ega)
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·