Pabrik Gas Ras Laffan Qatar Meledak Akibat Insiden Teknis, Sejumlah Orang Terluka

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pabrik Gas Ras Laffan Qatar Meledak Akibat Insiden Teknis, Sejumlah Orang Terluka Sebuah ledakan akibat kerusakan teknis mengguncang akomodasi gas Barzan di area industri Ras Laffan, Qatar.(Media Sosial X)

SEBUAH "insiden teknis" memicu ledakan di area industri Ras Laffan, Qatar, pada Minggu (21/6). Kementerian Dalam Negeri negara Teluk tersebut mengonfirmasi peristiwa ini menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka.

"Ledakan internal terjadi di salah satu pabrik di Kawasan Industri Ras Laffan menyusul kejadian teknis," ungkap pihak kementerian. Mereka menambahkan, "Tim pertahanan sipil telah mulai menangani kejadian tersebut."

Suara ledakan tersebut apalagi terdengar wartawan AFP nan berada di Doha. Dalam pernyataan lanjutan, kementerian menjelaskan  "gangguan teknis" telah "menyebabkan sejumlah korban luka." Namun, otoritas mengenai tidak merinci jumlah pasti korban maupun tingkat keparahan luka nan dialami.

Dari jarak 20 kilometer di sebelah selatan Ras Laffan nan terletak di pesisir utara Qatar, seorang wartawan AFP memandang kobaran api menerangi langit malam disertai kepulan asap nan membubung dari area pusat gas alam cair (LNG) terbesar di bumi tersebut.

Perusahaan milik negara, QatarEnergy, menyatakan ledakan terjadi "selama dimulainya kembali operasi di Kota Industri Ras Laffan, nan mengakibatkan ledakan dan kebakaran di akomodasi pasokan gas lokal Barzan."

Meski pihak berkuasa Qatar menegaskan ledakan ini murni akibat masalah internal, pusat industri Ras Laffan itu sendiri sebelumnya telah mengalami kerusakan parah akibat perang nan baru-baru ini terjadi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Serangan Iran selama perang tersebut menyasar prasarana daya di area Teluk, termasuk Ras Laffan, nan memaksa Qatar untuk menghentikan produksi gasnya.

Negara emirat mini nan menjadi salah satu produsen LNG terkemuka di bumi berbareng AS, Australia, dan Rusia ini, sempat menghentikan produksi LNG pada 2 Maret lampau setelah serangan drone Iran menghantam fasilitas-fasilitas krusial mereka.

Menteri Energi Qatar, Saad Al-Kaabi, saat itu menyatakan bahwa kerusakan lebih lanjut akibat serangan pada 18 Maret diperkirakan bakal memangkas kapabilitas ekspor LNG sebesar 17 persen, dan memerlukan waktu tiga hingga lima tahun untuk perbaikan. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia