Pabrik Baterai EV di Karawang Beroperasi Juli 2026, Bos IBC Buka Suara

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia Battery Corporation (IBC) memastikan pabrik baterai kendaraan listrik milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat, bakal mulai beraksi pada akhir Juli 2026.

Adapun, PT CATIB merupakan perusahaan patungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan CBL, anak upaya produsen baterai terbesar asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif membeberkan bahwa proyek pembangunan pabrik baterai tersebut tetap melangkah sesuai agenda nan telah ditetapkan. Pabrik baterai CATIB sendiri mempunyai kapabilitas produksi sebesar 6,9 GWh.

"Ya, jadi PT CATIB ini kan sebetulnya joint venture antara IBC dengan mitra kami CATL. Kapasitas pertama nan bakal kita install ini 6,9 GWh dan Insya Allah tetap on schedule," ujar Aditya kepada CNBC Indonesia dalam Closing Bell, dikutip Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, progres pembangunan akomodasi tersebut saat ini telah mencapai sekitar 90%-an. Dengan capaian tersebut, pihaknya optimistis sasaran operasional komersial pada Juli 2026 dapat terealisasi.

"Jadi bulan Juli 2026 ini, akhir Juli 2026. Saat ini progresnya sudah 90%-an jadi kami cukup optimistis kita tetap bakal bisa capai target," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut proyek itu merupakan salah satu program hilirisasi strategis nasional nan telah dicanangkan pemerintah. Hal itu dia sampaikan setelah melaporkan perkembangan terbaru mengenai program hilirisasi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Istana.

"Ya tadi kami melakukan rapat dengan Bapak Presiden. nan pertama adalah untuk mengevaluasi daripada program hilirisasi. Karena beberapanya sudah jalan, kami juga melapor kepada Bapak Presiden bahwa program hilirisasi kita untuk ekosistem baterai mobil nan kerjasama antara CATL dan Antam itu sudah selesai dan Insya Allah bakal diresmikan kelak di bulan Juli akhir," ujar Bahlil di Istana, dikutip Selasa (23/6/2026).

Selain membahas perkembangan hilirisasi, Bahlil juga melaporkan kondisi ketahanan daya nasional kepada Presiden. Ia menyebut persediaan daya Indonesia saat ini berada pada level nan aman.

"Yang kedua, kami juga melakukan rapat dengan Presiden untuk membahas tentang daya kita. Dan daya kita bakal bisa ketahanan daya kita rata-rata di atas 20 hari minimum," katanya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News