P2MI belum Terima Aduan Pekerja Migran Terkait Serangan Drone Houthi di Arab Saudi

Sedang Trending 39 menit yang lalu
P2MI belum Terima Aduan Pekerja Migran Terkait Serangan Drone Houthi di Arab Saudi Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin.(ANTARA/Kuntum Khaira Riswan)

MENTERI Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima adanya kejuaraan dari para pekerja migran Indonesia (PMI) nan berada di Arab Saudi mengenai kejadian serangan pesawat nirawak (drone) nan diluncurkan oleh golongan Houthi.

“Belum ada kejuaraan dari PMI (yang) mau pulang mengenai dengan adanya serangan kemarin, belum,” ujar Mukhtarudin di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (17/9).

Mukhtarudin mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima laporan terkini dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Berdasarkan laporan tersebut, serangan drone nan diluncurkan sukses dicegat dan dihancurkan oleh pasukan pertahanan udara Kerajaan Arab Saudi sebelum sempat memasuki wilayah udara Kota Mekah.

Sebagai langkah antisipatif, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui perwakilan diplomatik di Arab Saudi juga telah mengeluarkan peringatan serta imbauan resmi bagi seluruh penduduk negara Indonesia (WNI), termasuk para PMI nan bekerja di sana.

“Sampai hari ini, dari perwakilan kami sudah memberikan peringatan-peringatan kepada WNI kita agar menghindari wilayah-wilayah nan potensinya terdampak konflik; tetapi sampai hari ini, seperti (ibadah) umrah, melangkah seperti biasa. Jadi, belum ada sesuatu nan signifikan terjadi,” jelas Mukhtarudin.

Ia menegaskan, pemerintah pusat terus melakukan pemantauan ketat serta koordinasi rutin dengan seluruh perwakilan RI di luar negeri, khususnya di area Timur Tengah, guna menyiapkan langkah-langkah mitigasi andaikan eskalasi bentrok regional mengalami peningkatan.

“Kami sudah melakukan komunikasi rutin dengan perwakilan kami nan ada di luar negeri, khususnya negara-negara timur tengah, ya. Ada atase kami di sana, ada Kementerian (Luar Negeri) juga, kami giat untuk terus koordinasi untuk memantau situasi,” tambahnya.

Sementara itu, ahli bicara resmi Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menyampaikan bahwa militer Arab Saudi bergerak sigap mengamankan wilayah udara suci dari ancaman serangan udara musuh.

“Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh nan diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Mekah,” ungkap Al-Malki.

Berdasarkan info militer koalisi, drone berkepentingan sukses dilumpuhkan di area bagian selatan Mekah. Aksi penyerangan tersebut dicatat sebagai kejadian percobaan kedua nan menargetkan Kota Mekah, menyusul upaya serupa menggunakan rudal balistik pada tanggal 27 Juli 2017 silam.

“Tindakan ini hanya dapat digambarkan sebagai perbuatan tercela dan upaya untuk menargetkan tempat turunnya wahyu, tanah tempat risalah disampaikan, serta tujuan nan menjadi tempat berlabuhnya hati jutaan umat Islam dari seluruh dunia,” pungkasnya mengecam keras tindakan teror tersebut.
(Ant/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia