:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553280/original/027887000_1775927444-1.jpg)
1/13
Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu (kiri) berbareng Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat memberi keterangan mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukkan sejumlah peralatan bukti hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553281/original/064455700_1775927444-2.jpg)
1/13
Dalam OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, KPK menyita sejumlah peralatan bukti. Tampak dalam foto, Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu (kiri) menyaksikan sejumlah peralatan bukti mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553282/original/097078900_1775927444-3.jpg)
1/13
Barang bukti tersebut di antaranya beberapa dokumen, Barang Bukti Elektronik (BBE), beberapa pasang sepatu, serta duit tunai sebesar Rp 335,4 juta. Tampak dalam foto, tumpukan duit peralatan bukti mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, diperlihatkan petugas di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553283/original/030548000_1775927445-4.jpg)
1/13
Uang tersebut merupakan bagian dari total Rp 2,7 miliar nan diduga telah diterima Gatut Sunu Wibowo dari permintaan awal sebesar Rp 5 miliar. Tampak dalam foto, tumpukan duit peralatan bukti mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, diperlihatkan petugas di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553284/original/062012700_1775927445-5.jpg)
1/13
Berdasarkan kecukupan perangkat bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi mengenai pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan. Tampak dalam foto, petugas menunjukkan peralatan bukti mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, diperlihatkan petugas di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553285/original/094637500_1775927445-6.jpg)
1/13
KPK selanjutnya menetapkan dua orang tersangka, ialah Gatut Sunu Wibowo selaku Bupati Tulungagung periode 2025–2030 dan Dwi Yoga Ambal selaku ADC alias ajudan bupati. Tampak dalam foto, petugas menunjukkan peralatan bukti mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, diperlihatkan petugas di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553286/original/025443800_1775927446-7.jpg)
1/13
KPK melakukan penahanan terhadap dua tersangka tersebut selama 20 hari pertama, terhitung sejak 11 hingga 30 April 2026. Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih. Tampak dalam foto, beberapa pasang sepatu peralatan bukti mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, diperlihatkan petugas di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553287/original/053577800_1775927446-8.jpg)
1/13
Tumpukan duit peralatan bukti mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, diperlihatkan petugas di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553288/original/085086500_1775927446-9.jpg)
1/13
Tumpukan duit peralatan bukti mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, diperlihatkan petugas di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553289/original/016345400_1775927447-10.jpg)
1/13
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo memberi keterangan mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553290/original/050115900_1775927447-11.jpg)
1/13
Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu memberi keterangan mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553291/original/074871100_1775927447-12.jpg)
1/13
Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu memberi keterangan mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553292/original/099731800_1775927447-13.jpg)
1/13
Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu (kiri) berbareng Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat memberi keterangan mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·