Perawatan anti-aging.(Dok. Magnific)
PERAWATAN anti-aging sekarang tidak hanya berfokus pada kulit, tetapi juga mulai memperhatikan otot dan jaringan penunjang nan memengaruhi corak wajah seiring bertambahnya usia. Pendekatan ini menjadi salah satu perkembangan dalam bumi estetika wajah, seiring pemahaman bahwa penuaan melibatkan perubahan pada beragam lapisan jaringan.
President Director PT Regenesis Indonesia, Emmy Noviawati, mengatakan pendekatan terhadap perawatan wajah perlu mempertimbangkan struktur di bawah permukaan kulit. Termasuk otot nan berkedudukan dalam pergerakan dan ekspresi wajah.
“Kami memandang adanya perubahan langkah pandang dalam facial aesthetics. Wajah tidak hanya terdiri dari kulit nan terlihat, tetapi juga struktur di bawahnya nan ikut membentuk, menopang, dan menggerakkan wajah. Karena itu, perhatian terhadap otot wajah menjadi bagian menarik dari perkembangan treatment estetika modern,” ujar Emmy belum lama ini.
Kajian nan diterbitkan dalam jurnal Facial Plastic Surgery pada 2016 menjelaskan bahwa penuaan wajah melibatkan perubahan pada sejumlah struktur, termasuk tulang, ligamen, otot, jaringan lemak, dan kulit. Perubahan tersebut dapat berbeda pada setiap perseorangan sehingga pemahaman anatomi menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan prosedur perawatan.
Salah satu pendekatan nan dikembangkan dalam perawatan estetika adalah stimulasi neuromuskular, ialah penggunaan stimulasi listrik untuk memicu aktivitas otot.
Sebuah uji terkontrol terhadap 108 wanita nan diterbitkan pada 2012 menemukan peningkatan rata-rata ketebalan otot zygomaticus major sebesar 18,6 % setelah golongan intervensi menjalani stimulasi selama 12 minggu. Peneliti juga mencatat adanya perbaikan subjektif pada kekencangan dan tonus wajah.
Penelitian lain nan diterbitkan pada 2024 melibatkan 24 wanita Asia selama delapan minggu dan melaporkan perubahan pada sejumlah parameter, termasuk elastisitas kulit, kerutan, serta kontur wajah pada sisi nan mendapat intervensi stimulasi neuromuskular. Namun, peneliti menyatakan bahwa studi lanjutan tetap diperlukan.
Di Indonesia, PT Regenesis Indonesia memperkenalkan WonderFace, perangkat estetika wajah nan menggabungkan dua teknologi independen, ialah Neuromuscular Stimulation (NMS) untuk menstimulasi otot wajah dan Radiofrequency (RF) untuk perawatan jaringan kulit.
Kedua teknologi tersebut dapat digunakan secara terpisah sesuai pertimbangan master terhadap kondisi dan kebutuhan pasien.
Perangkat tersebut menyediakan 10 pilihan program nan diklaim dapat disesuaikan dengan tujuan perawatan, antara lain pengencangan, tonifikasi, pembentukan kontur wajah, serta kebutuhan tertentu seperti bruxism dan drainase limfatik.
Meski penelitian mengenai stimulasi neuromuskular menunjukkan hasil nan menjanjikan pada perangkat dan protokol tertentu, temuan tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan efektivitas WonderFace. Hasil perawatan estetika juga dapat berbeda pada setiap individu. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·