Direktur Utama I.League, Ferry Paulus.(MI/Khoerun Nadif Rahmat)
MARAKNYA tindakan penyerangan terhadap bus tim dan rombongan suporter di kejuaraan level bawah memicu reaksi keras dari operator kompetisi. I.League sekarang tengah mengkaji penerapan hukuman nan lebih berat, termasuk wacana pengurangan poin bagi klub nan suporternya terus melakukan pelanggaran berulang.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa kewenangan Komisi Disiplin (Komdis) mencakup seluruh tingkatan kompetisi, mulai dari ahli hingga amatir di tingkat provinsi. Langkah tegas ini diambil lantaran tindakan anarkistis oknum suporter dinilai sudah menjadi tren nan mengkhawatirkan.
"Beberapa oknum nan khususnya mempunyai indikasi seperti itu kami justru bakal mendorong untuk diberikan hukuman lebih berat, jika perlu dilarang untuk nonton seumur hidup," ujar Ferry kepada pewarta di Jakarta, Rabu (21/10).
Mengenai wacana pengurangan poin, Ferry mengakui patokan tersebut memang belum tercantum secara spesifik dalam kode disiplin saat ini. Namun, pihaknya membuka kesempatan besar untuk mendorong izin baru tersebut demi menjamin keamanan dan kenyamanan di stadion.
"Di dalam kode disiplin belum tertera, tapi terhadap indikasi kerusuhan nan terjadi ini, tidak menutup kemungkinan kami bakal mendorong izin tersendiri untuk sanksi pengurangan poin," tambahnya. Menurutnya, tindakan tegas diperlukan agar ekosistem sepak bola nan sekarang mulai ramah bagi family dan anak-anak tidak rusak oleh oknum nan membandel.
Isu keamanan ini mencuat setelah terjadi rentetan kejadian penyerangan di jalur darat dalam waktu berdekatan. Pada Minggu (11/10), bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18 diserang di Rest Area KM 360 Batang saat perjalanan pulang dari Solo.
Hanya berselang sehari, Senin (12/10) awal hari, bus rombongan The Jakmania Cikampek juga menjadi sasaran pelemparan barang keras di Tol Palikanci KM 200, Cirebon. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan bentuk pada kendaraan dan menyebabkan sejumlah personil rombongan mengalami luka-luka.
I.League berambisi dengan adanya ancaman hukuman nan lebih berat, klub dapat lebih bertanggung jawab dalam membina dan mengontrol pedoman suporternya guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·