Olahraga 40 Menit Rutin Mampu Cegah Penurunan Kognitif

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Olahraga 40 Menit Rutin Mampu Cegah Penurunan Kognitif Olahraga terbukti meningkatkan kegunaan kognitif dan kesehatan otak.(Dok. Magnific)

OLAHRAGA tidak hanya berfaedah bagi kebugaran bentuk dan kekuatan otot, tetapi juga mempunyai akibat signifikan terhadap kesehatan otak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas bentuk secara teratur berangkaian erat dengan peningkatan fungsi kognitif, terutama pada perseorangan nan mulai mengalami penurunan daya ingat.

Sebuah tinjauan terhadap 12 uji klinis nan diterbitkan dalam Frontiers in Neuroscience melibatkan 646 orang dewasa dengan gangguan kognitif ringan hingga vaskular. Hasilnya menunjukkan bahwa program latihan bentuk selama 40 menit sebanyak tiga kali seminggu bisa meningkatkan kognisi dunia dan kegunaan pelaksana secara bermakna.

Para peneliti menggunakan teknologi pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) dan pemeriksaan aktivitas listrik otak (ERP) untuk memantau perubahan ini. Data menunjukkan adanya perubahan aktivitas saraf pada bagian otak tertentu nan mendukung keahlian berpikir dan memori setelah menjalani latihan rutin.

Peningkatan aliran darah ke otak setelah latihan selama 24 minggu juga ditemukan dalam studi lain. Para mahir memperkirakan faedah ini muncul berkah peningkatan aktivitas metabolisme dan neuroplastisitas, ialah keahlian otak untuk beradaptasi dan membentuk jaringan saraf baru.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa aktivitas bentuk adalah aspek style hidup nan dapat dimodifikasi untuk mencegah akibat demensia. Sayangnya, info WHO tahun 2022 menunjukkan sekitar 1,8 miliar orang dewasa di bumi belum memenuhi standar aktivitas bentuk nan direkomendasikan.

Untuk menjaga kesehatan otak, WHO menyarankan orang dewasa melakukan minimal 150 menit aktivitas bentuk intensitas sedang, seperti jalan sigap alias bersepeda, setiap minggunya. Langkah sederhana ini menjadi investasi krusial untuk mempertahankan kegunaan kognitif seiring bertambahnya usia. (WHO/PubMed/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia