Ilustrasi.(Magnific)
SELAMA bertahun-tahun, pedoman kesehatan dunia dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan CDC menetapkan standar 150 menit aktivitas bentuk intensitas sedang per minggu sebagai kunci menjaga kebugaran. Namun, studi terbaru nan diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa nomor tersebut mungkin hanya periode pemisah minimum, bukan dosis optimal untuk perlindungan jantung nan signifikan.
Penelitian nan menganalisis info dari 17.088 partisipan di UK Biobank ini mengungkapkan temuan mengejutkan. Untuk mengurangi akibat serangan jantung dan stroke hingga lebih dari 30 persen, seseorang mungkin perlu berolahraga tiga hingga empat kali lipat dari rekomendasi saat ini atau sekitar 560 hingga 610 menit per minggu.
Dosis Olahraga dan Risiko Kardiovaskular
Dalam studi tersebut, partisipan dengan usia rata-rata 57 tahun dipantau selama nyaris delapan tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka nan hanya memenuhi standar 150 menit per minggu mengalami penurunan akibat kejadian kardiovaskular sebesar 9 persen. Angka ini jauh di bawah mereka nan berolahraga sekitar 80 hingga 87 menit setiap hari.
Poin Utama Studi:
- 150 Menit: Penurunan akibat jantung sebesar 9%.
- 560-610 Menit: Penurunan akibat jantung hingga lebih dari 30%.
- Faktor Kebugaran: Orang dengan tingkat kebugaran (VO2 max) rendah memerlukan lama 30-50 menit lebih lama dibandingkan mereka nan segar untuk mendapatkan faedah nan sama.
Ziheng Ning, peneliti dari Macao Polytechnic University, menjelaskan bahwa temuan ini bukan berfaedah pedoman lama salah. "Pedoman 150 menit tetap sangat krusial lantaran realistis dan dapat dicapai. Namun, untuk perlindungan kardiovaskular nan substansial, kita memerlukan sasaran nan lebih individual berasas tingkat kebugaran individu," ujarnya.
Apakah Target 9 Jam Seminggu Realistis?
Membayangkan olahraga selama 9 jam seminggu mungkin terasa mengintimidasi bagi banyak orang. Namun, para mahir menekankan bahwa lama ini tidak kudu dihabiskan dengan latihan intensitas tinggi di pusat kebugaran. Akumulasi aktivitas harian menjadi kunci utama.
Beberapa langkah untuk mencapai sasaran tersebut tanpa merasa terbebani antara lain:
- Berjalan sigap alias bersepeda saat berangkat kerja.
- Memilih tangga dibandingkan lift.
- Melakukan jalan santuy di malam hari alias mendaki di akhir pekan.
- Mengurangi waktu duduk tak bersuara (sedenter) sepanjang hari.
Dr. Tamanna Singh dari Cleveland Clinic menyarankan ragam aktivitas agar tubuh terus tertantang. "Tambahkan tantangan kecil, seperti interval lari di sela-sela jalan kaki alias menambah resistensi pada sepeda statis. Hal ini mendorong tubuh menjadi lebih efisien secara aerobik," jelasnya.
Kesimpulan: Gerak Lebih Banyak, Hasil Lebih Baik
Meskipun studi ini berkarakter observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, pesan utamanya jelas: kesehatan jantung berada dalam satu kontinum. Semakin banyak Anda bergerak, semakin besar perlindungan nan didapatkan oleh jantung Anda.
Bagi Anda nan mempunyai riwayat family dengan penyakit jantung, meningkatkan lama aktivitas bentuk di atas standar minimum bisa menjadi investasi kesehatan nan krusial. Namun, bagi nan baru memulai, tetaplah pada sasaran 150 menit sebagai langkah awal nan berfaedah bagi kesehatan mental, kualitas tidur, dan kegunaan kognitif. (Outside/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·