Binti Mufarida
, Jurnalis-Jum'at, 10 April 2026 |18:31 WIB

Presiden Prabowo Subianto/Okezone
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa tetap adanya oknum di lingkungan birokrasi nan menyalahgunakan kewenangan untuk membantu praktik pencurian duit negara.
Demikian disampaikan Prabowo saat menghadiri aktivitas penyerahan hasil pengamanan finansial dan aset negara di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Prabowo menegaskan, bahwa persoalan tersebut kudu diakui secara terbuka sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Ada di antara kita, kudu kita akui di antara birokrasi kita, di antara KL-KL kita, di antara lembaga-lembaga kita, lembaga kita ada pribadi-pribadi nan diberi tugas, diberi kehormatan oleh negara tetapi memakai kewenangan dan kekuasaannya justru untuk membantu mereka-mereka nan mencuri dari duit negara, kita pahami,” kata Prabowo.
Sejak awal menjabat, Prabowo terus membujuk seluruh jejeran untuk meninggalkan praktik-praktik nan merugikan negara, melalui pendekatan persuasif dan humanis.
“Dari sejak saya menerima mandat dari rakyat terus saya menghimbau, terus saya membujuk dengan persuasif, dengan pendekatan manusiawi sebagai sesama bangsa Indonesia, sebagai sesama putra nusantara,”ujarnya.
“Saya membujuk marilah kita tutup praktik-praktik nan tidak baik, kita tutup, menipu rakyat, menipu atasan, membaking praktek-praktek nan tidak baik penyelundupan, tambang terlarangan perkebunan ilegal, saya menghimbau mari kita semua nan diberi kepercayaan rakyat mari kita laksanakan tugas nan diberikan oleh rakyat kepada kita dengan baik,” lanjutnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·