Kebakaran KMP Mutiara Sentosa, Publik Diminta Tunggu Investigasi KNKT

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

KMP Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim). Berdasarkan info terakhir Basarnas, Selasa (4/8), sebanyak 238 orang nan ada di kapal tersebut sudah dievakuasi. Ada 233 di antaranya ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Kordinator Komunitas Pengguna Kapal Penyeberangan Nusantara (KPK-PN) Maruly Hendra Utama, berharap publik memberikan ruang dan waktu kepada otoritas Komite Nasional Keselamatan transportasi (KNKT) dalam melakukan investigasi soal penyebab kecelakaan nan makan korban jiwa itu.

"Masyarakat diharapkan bisa memberikan ruang dan waktu kepada otoritas nan berkuasa dalam perihal ini KNKT agar bisa lakukan investigasi musibah nan ada dan merilis rekomendasi resmi agar kejadian tidak berulang di masa depan" urai Maruly lewat keterangan tertulis, Minggu (9/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sambil menunggu KNKT, dia berambisi pemilik kapal dan otoritas lainnya agar bisa berkonsentrasi pada penyelamatan, pemulihan dan konsolidasi info kerugian pada korban.

"Saatnya kita berkonsentrasi penuh untuk selalu dan terus berpihak pada korban," lanjutnya.

Lebih jauh Maruly juga berambisi hasil investigasi dan rekomendasi KNKT bisa dibuka seluruhnya ke publik. Hasil rekomendasi bisa memberikan pembelajaran dan mitigasi nan lebih serius agar kejadian serupa tidak lagi terjadi.

Berdasarkan catatan, pada Mei 2017 lalu, KM Mutiara Sentosa 1 terbakar dahsyat di perairan Masalembu (rute Surabaya-Balikpapan) dan menelan korban jiwa.

Ke depan, dia menyarankan kepada para pengguna jasa transportasi laut untuk memberikan info nan betul mengenai peralatan nan dibawa dan tegas terhadap kewenangan keselamatan dan jumlah penumpang kapal.

Selain itu, operator kapal dan otoritas pelabuhan juga wajib memastikan seluruh proses pemuatan penumpang, kendaraan dan barang-barang nan dibawa sesuai prosedur keselamatan.

"Termasuk memastikan tidak terdapat peralatan rawan alias mudah terbakar nan diangkut tanpa melalui sistem pemeriksaan dan pengemasan sebelum loading/muat ke Kapal. Sebab pengecekan barang/orang/kendaraan sebagai pikulan ke kapal tersebut ada di wilayah kewenangan kerja bagian pelabuhan," katanya.

Salah satu dugaan penyebab banyak korban kapal tersebut diduga tak mempunyai sekoci alias perahu penyelamat nan biasa digunakan dalam keadaan darurat.

Tak adanya sekoci itulah nan memicu para penumpang dan awak kapal justru menyelamatkan diri dengan melompat ke laut, hanya dengan bekal life vest alias rompi pelampung.

KPK-PN kemudian membantah rumor nan disiarkan di sejumlah podcast dan media sosial perihal KMP Mutiara Sentosa 2 dimiliki oleh dua pengusaha besar di Indonesia.

"Mari kita percaya pada KNKT dalam melakukan investigasi dan rekomendasinya, tanpa bergeser menduga-duga alias ujaran tuduhan di platform sosial media," katanya.

Ia kembali menekankan KNKT bekerja sesuai dengan peraturan nan melingkupinya ialah Undang-Undang nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, Peraturan Pemerintah nomor 62 tahun 2013 tentang Investigasi Kecelakaan Transportasi, Peraturan Presiden nomor 2 tahun 2012 tentang Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Basarnas akhiri monitoring

Sementara itu, Basarnas mengakhiri monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari melakukan penyisiran dan pemantauan di perairan utara Pulau Madura, Jawa Timur.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit PH mengatakan keputusan tersebut diambil pada hari ketujuh setelah kejadian kebakaran KMP Mutiara Sentosa II lantaran tidak ditemukan indikasi keberadaan kapal maupun korban nan mungkin tetap belum ditemukan.

"Dengan tidak adanya tanda-tanda korban nan mungkin belum ditemukan, maka kami mengakhiri aktivitas monitoring aktif," kata Nanang mengutip Antara. Minggu.

(tim/dal)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional