Jakarta -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sinyal bullish alias penguatan pasar modal pada awal Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 10,51% sepanjang perdagangan sebulan terakhir (month to date/mtd) hingga akhir Juli 2026.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan IHSG hingga 31 Juli 2026 ditutup pada level 6.236,13. Ia menilai capaian tersebut membaik dibanding periode-periode sebelumnya, di mana iHSG sempat berada pada level 5.643,19 pada akhir kuartal II.
"IHSG ditutup pada level 5.643,19 pada akhir triwulan II, terkoreksi 19,93% quarter to quarter seiring tingginya ketidakpastian dunia dan penyesuaian alias rebalancing portfolio investor. Memasuki bulan Juli 2026, indeks menunjukkan arah pemulihan per 31 Juli 2026 IHSG ditutup pada level 6.236,13 alias menguat 10,51% month to date," ungkapnya dalam konvensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita nan berkawan disapa Kiki menjelaskan, keahlian industri pengelolaan investasi terjaga baik dengan nilai aktiva bersih (NAB) reksa biaya per akhir kuartal II-2026 mencapai Rp 652,9 triliun. Kemudian hingga 30 Juli 2026, NAB reksa biaya tercatat sebesar Rp 663,26 triliun alias tumbuh 1,59% quarter to quarter (qtq).
Kiki juga menyebut, peran pasar modal tetap terjaga sebagai sumber pembiayaan bumi usaha. Hingga 31 Juli 2026, nilai penghimpunan biaya di pasar modal mencapai Rp 113,13 triliun secara year to date (ytd).
"Terjaganya minat fundraising di pasar modal Indonesia terutama melalui publikasi pengaruh berkarakter utang dan/atau sukuk EBUS senilai Rp 98,27 triliun," pungkasnya.
Sebagai informasi, IHSG melemah tipis 0,03% ke level 6.234,49 hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (3/8/2026). Tercatat volume perdagangan sebanyak 38,77 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,37 triliun.
(ahi/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·