Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan esensial perekonomian Indonesia tetap terjaga meski tekanan eksternal terus meningkat, mulai dari ketidakpastian dunia hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Berdasarkan Bloomberg, rupiah menguat 13 poin (0,07 persen) ke level Rp 18.036 per dolar AS pada 19.02 WIB.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari, menyebut sektor jasa finansial secara umum tetap solid, dengan kegunaan intermediasi nan tetap melangkah baik.
"Dengan kondisi tersebut, disertai dengan beragam upaya perbaikan dan penguatan nan secara terus-menerus, stabilitas [ekonomi] dapat terjaga dan ruang pertumbuhan ke depan saya percaya tetap bakal tetap terbuka," ujarnya dalam konvensi pers bulanan OJK, Jumat (5/6).
Dari sisi perbankan, OJK mencatat rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) per April 2026 tetap berada di level 23,97 persen jauh di atas pemisah minimum regulator. Angka ini dinilai memberikan ruang penyangga nan memadai untuk menyerap potensi risiko.
Selain itu, eksposur perbankan terhadap akibat nilai tukar juga relatif terkendali. Posisi devisa neto perbankan tercatat tetap jauh di bawah periode pemisah 20 persen dari modal bank.
Meski demikian, OJK tetap mewaspadai sejumlah kanal risiko, antara lain potensi peningkatan beban tanggungjawab kurs asing korporasi dan tekanan pada sektor upaya dengan eksposur impor tinggi.
OJK menyatakan bakal mempererat koordinasi dengan Bank Indonesia untuk memastikan kecukupan likuiditas kurs asing di sistem finansial tetap terjaga.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·