OJK Minta Perbankan Blokir 33.252 Rekening yang Terindikasi Judi Online

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ilustrasi gambling online. Foto: Clari Massimiliano/Shutterstock

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan memperkuat pemberantasan aktivitas judi online (judol) nan dinilai berakibat luas terhadap sektor keuangan. Salah satunya dengan menindak rekening nan terindikasi judol.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan ada 33.252 rekening nan terindikasi judol. Katanya, OJK telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital RI untuk menelusuri aktivitas finansial nan berangkaian dengan judol tersebut.

“Melalui koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital RI, OJK telah meminta perbankan melakukan Enhanced Due Diligence (EDD) dan alias pemblokiran terhadap kurang lebih sebesar 33.252 rekening nan terindikasi gambling online,” ujar Dian saat konvensi pers RDKB OJK April 2026, secara daring, Selasa (5/5).

Enhanced Due Diligence (EDD) merupakan proses pemeriksaan lebih mendalam oleh bank terhadap rekening nan dicurigai, termasuk menelusuri sumber biaya dan aktivitas transaksi.

Kredit Tumbuh 9,49 Persen Jadi Rp 8.659 pada Maret 2026

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. Foto: OJK

Dian mengungkapkan total angsuran perbankan saat ini mencapai Rp 8.659 triliun. “Pada Maret 2026, angsuran tumbuh sebesar 9,49 persen year on year menjadi sebesar Rp 8.659 triliun. Ini meningkat dibandingkan posisi Februari 2026 nan tumbuh sebesar 9,37 persen year on year,” kata Dian.

Berdasarkan jenis penggunaan, angsuran investasi tumbuh tertinggi ialah sebesar 20,85 persen. Dari sisi jenis debitur, pertumbuhan angsuran paling tinggi berasal dari segmen korporasi.

“Adapun berasas kategori debitur, angsuran korporasi tumbuh tertinggi ialah sebesar 14,88 persen year on year,” jelas Dian.

Sementara itu, angsuran kepada pelaku UMKM mulai menunjukkan perbaikan alias naik sebesar 0,12 persen yoy, setelah sebelumnya mengalami kontraksi.

Dari sisi kepemilikan bank, pertumbuhan angsuran tertinggi dicatatkan oleh bank milik negara alias Himbara sebesar 13,66 persen yoy.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan